•   05 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Begini Kronologi Lengkap Riwayat Perjalanan 3 Pasien Positif Corona Bontang

Kaltim -
15 April 2020
 
Begini Kronologi Lengkap Riwayat Perjalanan 3 Pasien Positif Corona Bontang Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bahauddin menggelar jumpa pers terkait perkembangan kasus Covid-19 di Bontang.

KLIKKALTIM.COM-- Para pasien positif Covid-19 di Bontang menjadi 3 orang. Dua diantaranya berasal dari klaster Ijtima Ulama di Gowa, sementara 1 pasien diduga terjangkit setelah dari Jakarta.

Riwayat perjalanan para pasien ditelusuri petugas. Begini rincian riwayat perjalanan versi Tim Gugus Covid-19 Bontang.

KASUS BONTANG-02

Kasus Bontang-02 yang berjenis kelamin perampuan sebelumnya ditetapkan dengan status OTG pada 30 Maret.

Hal tersebut karena pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Sejak saat itu, pasien melakukan karantina mandiri selama 14 hari dirumah.

Dia datang dari Jakarta dengan menggunakan Batik Air pada tanggal 29 maret. Setelah tiba di Bandara APT Samarinda, pasien tersebut menuju ke Bontang dengan menumpangi mobil sewa tanpa ada penumpang lain (carter).

Pemerikasaan swab dilakukan petugas pada tanggal 4 april di RUSD Bontang, kemudian dilakukan rapid test di Puskesmas Bontang Utara I, pada 14 april dengan hasil negatif.

Bontang-02 dinyatakan tidak mewakili klaster manapun, meskipun dia memiliki riwayat dari Jakarta.

Diduga kuat, dia terjangkit virus corona karena pernah kontak erat dengan teman kerja yang menunjukkan hasil positif melalui rapid test.

"Bontang-02 tidak berasal dari klaster manapun, dia pernah kontak erat dengan teman kerja yang positif setelah rapid test," ujar Kepala Dinas Kesehatan Bahauddin saat Jumpa Pers, Kamis (16/04/2020) sore.

KASUS BONTANG-03

Untuk kasus Bontang-03 dan Bontang-04, dinyatakan berasal dari klaster Gowa. Keduanya memiliki riwayat mengikuti Ijtima Ulama di daerah tersebut.

Untuk Bontang-03 masuk dalam status monitoring, setelah melaporkan diri ke Public Safety Center (PSC) pada tanggal 29 Maret.

Dia kembali ke Bontang menumpangi KM Egon pada tanggal 28 Maret, tiba di Pelabuhan Lok Tuan.

Selang sehari setelahnya petugas surveilans dari Dinas Kesehatan melakukan tracing, meminta agar pesien tersebut diisolasi mandiri.

Namun, yang bersangkutan tetap melakukan ibadah di mesjid sekitar rumahnya. Meskipun tidak masuk kerja dia masih melakukan aktivitas lainnya seperti biasa.

Bahkan, sempat beberapa kali bertemu teman dan mengunjungi tempat umum.

Statusnya meningkat menjadi OTG karena dinyatakan 1 peserta Ijtima Ulama Gowa pada 4 April. Pada hari itu, dia menjalani uji swab di RSUD Taman Husada.

Kemudian melakukan rapid test di Puskesma Bontang Utara I pada 14 april dan menunjukkan hasil positif.

Dua hari berikutnya (16/4) uji swab menunjukkan hasil yang sama. Oleh Karena itu, petugas langsung menjemput untuk kemudian diisolasi di RSUD Taman Husada.

KASUS BONTANG-04

Sedangkan untuk kasus Bontang-04, status awal sebagai OTG 29 maret dan diminta untuk isolasi mandiri.

Hal tersebut karena dia pernah kontak erat dengan kasus klaster gowa yang berasal dari balikpapan.

Dia memiliki riwayat dari Gowa, datang menggunakan pesawat Sriwijaya Air tiba di Bandara Balikpapan pada 20 Maret.

Pasien tersebut kembali ke Bontang menggunakan mobil travel beserta mobil 2 peserta Ijtima Gowa lainnya.

Pada 22 Maret petugas melakukan tracing kerumah yang bersangkutan dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri.

Namun, yang bersangkutan tetap bekerja sebgai marbut dan guru mengaji di 3 mesjid.

Pada tanggal 30 Maret, kasus Bontang-04 sempat menjalani rapid test. Namun saat itu rapid test menunjukkan hasil negatif.

Statusnya meningkat menjadi ODP setelah muncul gejala batuk pada 4 April lalu. Oleh karena itu, petugas Dinkes langsung melakukan uji swab di RSUD Taman Husada.

Pada 13 April dilakukan rapid test di Puskesmas Bontang Utara 2 dengan hasil positif.

Hasil swab hari ini (16/4) juga menunjukkan hasil yang sama. Oleh karena pasien tersebut, dijemput oleh petugas untuk diisolasi di RUSD.

"Ketiganya sementara diisolasi, keluarga kasus positif tersebut termasuk 6 santri Bontang-03 sudah rapid test dan hasilnya negatif. 6 hingga 7 hari kedepan akan kembali di test ulang," ujar Bahauddin.






TINGGALKAN KOMENTAR