Disdik Kutim Masuk 10 Besar Anugerah Kihajar

Disdik Kutim - Marki
14 November 2019
Disdik Kutim Masuk 10 Besar Anugerah Kihajar Disdik Kutim masuk 10 besar dalam anugerah Kihajar di Jakarta.

KLIKKALTIM.COM - Empat program terobosan yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim menuai hasil positif. Instansi itu masuk 10 besar Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Kebudayaan (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kepala Disdik (Kadisdik) Kutim Roma Malau menghadiri undangan ke Jakarta terkait penghargaan tersebut. Mulanya, Roma menghadiri acara taklimat media bersama 15 perwakilan Kadisdik kabupaten/kota, yang dihadiri oleh awak media nasional dan daerah, di Ruang Anggrek Balai Kartini Exhibition dan Convention Center, Kamis (14/11/19).

Dikatakan Roma, Disdik Kutim telah menjalankan sistem informasi kinerja guru (Simaksiru) yang di dalamnya terdapat laporan kinerja profesi pendidik memenuhi standar profesinya. Hasilnya memberikan jaminan pelayanan pendidikan yang paripurna di wilayah Kutim.

“Dengan berlangsungnya layanan pendidikan secara profesional serta manajemen sekolah yang berdaya guna tinggi, maka upaya menciptakan disiplin dan produktifitas profesi dibidang kependidikan akan lebih terjamin,” sebut Roma.

Ditambahkan Roma melalui Simaksiru, profesi kependidikan di Kutim akan memperoleh manfaat, diantaranya rekam jejak kinerja dan angka kredit terpantau.

“Kenaikan pangkat lebih pasti, kesejahteraan profesi lebih adil dan pembinaan profesi lebih fokus. Intinya aplikasi Simaksiru akan menguatkan pendidikan, khususnya dalam sistem pengawasan pada saat kegiatan belajar mengajar disetiap sekolah di Kutim,” paparnya.

Selanjutnya ada program Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) Bantuan Operasional Nasional (Bosnas) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dilaporkan dengan tertib administrasi, transparan, akuntabel, tepat waktu sehingga terhindar dari penyimpangan.

“Kita antisipasi terjadinya korupsi, untuk itu kita menginput data keuangan secara real sesuai fakta,” jelasnya.

Untuk Digital Learning, Disdik Kutim sudah menyosialisasikan yaitu suatu sistem informasi, komunikasi dan teknologi yang bisa memantau seluruh kegiatan siswa di satu sekolah.

“Mulai dari kegiatan belajar mengajar, kegiatan siswa, nilai ulangan, kehadiran siswa maupun guru, hingga aktifitas pendidikan lainnya,” ujarnya.

Sistem ini juga mendorong siswa lebih mandiri dalam belajar dan mendalami materi bahan ajar. Karena mereka dapat belajar kapan dan dimana saja, baik secara offline maupun online.

“Orangtua dapat memantau seluruh kegiatan anak mereka, cukup dengan menekan tombol informasi yang diinginkan,” terangnya.

Terakhir yaitu Sistem Informasi Penatapan Angka Kredit (SIMPAK) yang diterapkan Disdik Kutim yaitu menggunakan aplikasi di smartphone untuk melihat perencanaan kebutuhan guru, baik menentukan kebutuhan CPNS guru hingga lainnya.

“Ini sangat penting untuk guru untuk memperoleh angka kredit dalam pembinaan karir dan penerbitan SK tunjangan profesi pendidik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pustekkom Gogot Suharwoto menegaskan pendayagunaan TIK di seluruh wilayah Indonesia bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah pusat tetapi juga membutuhkan partisipasi pemda di sektor pendidikan dan kebudayaan terkait kebijakan, anggaran, program, inplementasi, dan dampaknya.

“Selain memberikan apresiasi atas upaya tersebut, Anugerah Kihajar Kepala Daerah dimaksudkan untuk memetakan tingkat pendayagunaan TIK di daerah sebagai upaya peningkayan mutu pendidikan dan kebudayaan,” tutupnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR