•   04 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Yang Terjadi Sesaat Kecelakaan di Simpang RSUD, Prediksi Supir Keliru Pilih Lajur

Bontang - Fitri Wahyuningsih
04 Maret 2020
 
Yang Terjadi Sesaat Kecelakaan di Simpang RSUD, Prediksi Supir Keliru Pilih Lajur Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Imam Safi'i memberi keterangan usai rakor LLAJ di Command Center, Rabu (4/3/2020) siang.

KLIKBONTANG.com -- Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Imam Safi'i sedikit membeberkan soal perkembangan penyidikan terhadap supir bus yang terlibat dalam kecelakaan maut di traffic light Jalan Letjen S Parman, tepat di depan RSUD Taman Husada, Senin (4/3/2020) sore.

Dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Bontang, AKP Imam menjelaskan, tak lama usai kejadian, kepolisian langsung mengamankan supir bus yang diketahui berinisial RH.

Test urine segera dilakukan. Hasilnya, pria 34 tahun itu negatif menggunakan narkotika dan minuman beralkohol.

Pada Senin (2/3/2020) RH membawa bus milik perusahaan menuju Samarinda sekira pukul 08.00 Wita. Sebelum kembali ke Bontang siang harinya, RH masih sempat istirahat dan kondisi tubuhnya dalam kondisi fit. Tidak mengantuk.

"Tubuh supir itu segar bugar. Jam 8 dia berangkat (Dari Bontang). Masih sempat istirahat sebelum balik ke Bontang," ujar Imam dihadapan forum LLAJ yang turut dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Dari rekaman CCTV, terlihat bus berada di lajur kiri. Ketika ditanya alasan supir mengambil lajur kiri alih-alih lajur kanan, RH beralasan karena sisi kanan sudah penuh mobil yang sedang menunggu di traffic light.

Pilihan ke sisi kiri pun diambil, lantaran  ketika traffic light berubah hijau, supir bisa lebih cepat mengarahkan bus menuju kota.

"Makanya ambil kiri biar bisa langsung jalan ketika hijau. Menurut akuannya juga dia (Supir) tidak mengantuk," terang AKP Imam.

Di kesempatan itu, Imam juga menyinggung perihal kondisi bus paska kejadian nahas itu. Dikatakan bahwa sudah ada mekanik professional diterjunkan untuk mengecek kondisi bus.

Pengecekan sudah dilakukan, namun baik mekanik atau kepolisian hingga kini (Senin, red) belum berani menarik kesimpupan.

"Makanya bus masih ada di sana (Dekat lokasi kejadian) belum dibawa ke polres," terangnya.




TINGGALKAN KOMENTAR