•   26 January 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Warga Korban Longsor di Kanaan Tolak Direlokasi ke Rusunawa; Minta Pemkot Bangunkan Tebing Penahan Tanah

Bontang - M Rifki
26 Januari 2026
 
Warga Korban Longsor di Kanaan Tolak Direlokasi ke Rusunawa; Minta Pemkot Bangunkan Tebing Penahan Tanah Kondisi rumah warga pasca longsoran di Kanaan (Klik Kaltim).

BONTANG- Para Korban tanah longsor di Kampung Timur RT 01 Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat menolak untuk relokasi ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). 

BPBD Bontang mencatat ada 5 rumah yang terdampak dan dihuni oleh 15 orang. Salah seorang korban Adina memilih tetap bertahan ditengah ancaman longsor susulan. Karana menganggap pemindahan ke Rusunawa hanya akan menyulitkan mereka beraktivitas. 

Belum lagi mayoritas warga yang tinggal merupakan Lanjut Usia. Terlebih penempatan Rusunawa yang aksesnya mudah hanya tersedia di kamar lantai atas. 

"Ibu dan bapak saya umur di atas 60 tahun. Saya punya rumah disini dan tidak berkenan pindah ke Rusunawa," ucap Adina. 

Kepada awak media, dia meminta meminta Pemkot Bontang membangun tebing penahan kawasan rawan longsor. 

Sebab saat ini mitigasi bencana hanya dibangun tanggul sementara. Kemudian penggalian irigasi memecah air yang hanya 1 titik. 

Penanganan sementara Itu dibantu oleh TNI baik Kodim0908 dan Batalyon Arhanur 7 ABC serta Polres Bontang, Anggota DPRD Joni Alla Padang. 

Sudah 11 hari ini warga pun harus tinggal dengan kondisi seadanya. Dimana lantai mereka masih ditimbun pasir. 

Bahkan sebagian warga juga terdapat yang mengungsi ke rumah sanak lainnya. "Kami minta penanganan prioritas. Kan Bontang ada dana darurat. Apalagi sekarang hanya ditanggul sementara. Paling tidak parit di sekitar pemukiman," sambungnya. 

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Bontang Neni Moernaeni menawarkan opsi warga RT 1 Kelurahan Kanaan yang terdampak longsor untuk tinggal di Rumah Susun Sederhana dan Sewa (Rusunawa).
 
Opsi ini lebih realistis karena opsi relokasi rumah belum masuk kalender kerja Pemkot Bontang pada 2026 ini. 

"Kalau mau penanganan butuh perencanaan. Terus anggaran juga terbatas. Relokasi butuh anggaran. Kami coba tawarkan Rusunawa. semoga warga berkenan," ucap Neni, Senin (19/1/2026).






TINGGALKAN KOMENTAR