•   04 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Virus Corona Merebak Terjadi Kelangkaan Masker, Ternyata Ini Benda yang Ikut Langka di Apotek

Bontang - Rahmat Shadr
06 Maret 2020
 
Virus Corona Merebak Terjadi Kelangkaan Masker, Ternyata Ini Benda yang Ikut Langka di Apotek sejumlah alat kesehatan yang langka di apotek (Ist)

KLIKBONTANG.com -- Sejak mewabahnya Coronavirus Disease (COVID-19) atau virus Corona yang menggegerkan masyarakat terutama media sosial akibat ditemukannya masyarakat Indonesia yang terjangkit di Depok. Kondisi isi berimbas pada kelangkaan masker.

Dari sejumlah pemberitaan media, salah satunya dari Tirto.id, kelangkaan masker ternyata akibat dari adanya penimbunan. Sekitar 60 ribu lebih masker disita oleh Polres Jakarta Utara Kamis (5/3/2020). Masker mulai langka juga dialami di Bontang. Bahkan tak hanya masker ternyata hand sanitizer ikutan menjadi langka. Berikut pula pada kelangkaan aseptic gel dan aseton.

"Kelangkaan mulai dari dua hari yang lalu, pas menyebarnya kabar dua warga Indonesia yang terjangkit Covid-19. Disitulah banyak yang berdatangan mencari masker, hand sanitizer, aseptic gel dan aseton," ujar Adrianti, Apoteker di Apotek Karunia 3, saat ditemui KlikBontang beberapa hari yang lalu.

Adrianti menambahkan, bahkan saat ini harganya melonjak naik, dari informasi yang ia dapatkan, aseptic gel harga normalnya biasa dibanderol Rp70.000 an, kini menjadi Rp500.000  dengan isi 500 ml.

Dengan informasi yang beredar, terkait  harga melonjak dan kelangkaan, Adrianti kesusahan untuk menjelaskan kepada masyarakat. Bahkan dirinya kerap kali dituduh menimbun masker.

"Banyak yang menjustifikasi, kalau kami nimbun masker, padahal kami juga membutuhkan, tapi tidak dapat. Karena pembeli melihat dirinya menggunakan masker, padahal masker yang digunakannya adalah stok lama," ucapnya.

Saat ini, dalam waktu dekat, belum ada stok masker yang akan datang. Bahkan dirinya telah mencari kemanapun tapi tak juga mendapatkan. "asalahnya orang sekarang tidak memikirkan harga, yang penting mendapatkan masker," tuturnya.




TINGGALKAN KOMENTAR