Terdampak Perang AS-Israel Vs Iran; Jamaah Umroh Tertunda Pulang, Pejabat Asal Bontang Ikut Rombongan
Potret pesawat Qatar Airways, salah satu maskapai yang membatalkan penerbangan dari Bandara Soetta ke Doha. (Foto: Instagram)
BONTANG- Perang AS-Israel versus Iran membuat sejumlah maskapai tujuan Indonesia ke Timur Tengah atau sebaliknya terganggu. Sejumlah jemaah Indonesia yang tengah beribadah umroh terkena dampak.
Dari laporan klikkaltim, jemaah asal Bontang, Kalimantan Timru hingga hari ini belum mendapat kepastian jadwal pulang dari agen travel yang mereka tumpangi akibat perang yang masih berkecamuk.
Salah satunya, Aspiannur jemaah asal Bontang yang dijadwalkan bertolak pulang, Minggu (8/3/2026) harus tertunda. Penyelenggara umroh mengaku harus menunda kepulangan karena maskapai terbatas.
Pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal- PTSP Kota Bontang ini bersama 41 orang harus menunggu kepastian jadwal dari agen travel mereka.
"Maskapai yang transit ke Dubai dibatalkan. Sekarang kami disuruh bersabar saja. Fokus ibadah," ucap Aspianur.
Informasi yang diterima maskapai yang melayani Jeddah - Jakarta hanya Garuda dan Lion Air. Namun, hingga saat ini mereka masih menunggu jadwal.
Sebelumnya diberitakan, Eskalasi akibat perang Israel - AS vs Iran kian memanas beberapa terakhir membuat sejumlah jamaah umroh asal Bontang terdampak.
Dari laporan yang diterima klik kaltim, sebagian jamaah masih ada yang tertahan di Arab Saudi menunggu maskapai penerbangan siap berangkat.
Salah satu warga Bontang yang turut beribadah Umroh, Agus wati menjelaskan, jadwal pulangnya, Kamis (19/3/2023) nanti. Namun, baru-baru ini ia mendapat informasi maskapai membatalkan jadwalnya dengan rute Jeddah-Doha-Jakarta.
"Kami dapat info maskapai yang mau kami tumpangi batalkan penerbangan, jadi kami menunggu maskapai Garuda," ungkapnya.
Tanggapan Kemenag
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Bontang, Najamuddin mengatakan, segera berkoordinasi terkait informasi terkini jemaah di tanah suci.
Kata dia, pihaknya agak kesulitan mengakses informasi terkini sebab banyak jamaah mengambil agen travel dari luar kota.
"Kesulitan disitu. Kalau travel juga tidak ada laporan," ucap Najamuddin.
Saat ini lanjut Najamuddin, pihaknya mengimbau agar seluruh agen travel menunda pemberangkatan umroh sampai kondisi di Timur Tengah mulai kondusif.
"Kami sudah berikan surat edaran ke travel agar menunda keberangkatan. Sampai situasi aman," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: