Nelangsa Pasutri Asal Bontang; 2 Kali Gagal Haji karena Sakit, Pemkot Beri Dukungan Moril
Wakil Walikota Bontang Agus Haris menjenguk Sudjinem Manan dan suaminya Djemain Dul di Rumah Sakit.
BONTANG - Sudjinem Manan (72) dan suaminya Djemain Dul (64) harus merelakan tiket keberangkatan haji mereka hangus karena musibah yang tidak terduga.
Sang istri Sudjimen batal berangkat karena mengalami patah di bagian paha. Kemudian harus mendapatkan perawatan medis dan menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Dr Kanujoso Djatiwibowo.
Mendengar informasi itu, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris didampingi pejabat teras lainnya berangkat ke Balikpapan untik mengetahui pasti kenapa kedua orang ini tidak bisa berangkat.
Rupanya, insiden diketahui sang istri sakit saat rombongan baru tiba di Samarinda. Sang suami pergi shalat jumat dan sang istri menunggu. Saat hendak ke kamar mandi sang istri terjatuh kemudian merasakan nyeri di bagian kaki.
Rombongan kemudian tetap melanjutkan perjalanan ke Balikpapan. Sesampainya di Balikpapan Sudjimen dibawa ke RSUD. Disana dia didiagnosis patah paha.
Ternyata paha yang patah itu baru saja selesai mendapatkan perawatan 3 bulan lalu. Sebelum, berangkat bahkan Pen telah dibuka oleh petugas medis.
"Istrinya ini 3 bulan lalu baru lepas pen pahanya. Tapi pas ditinggal suami Shalat Jumat ia terjatuh di WC. Setelah di cek ternyata pahanya kembali patah. Jadi 2 jemaah asal Loktuan ini tidak bisa berangkat haji," ucap Agus Haris.
Dari catatan Klik Kaltim, total jemaah haji yang bersngkat saat ini hanya tersiaa 110 orang. Karena 2 orang warga Loktuan harus tinggal karena ada musibah.
Wawali AH pun meminta 2 jemaah haji ini untuk ikhlas menerima kondisi. Karena sesungguhnya ibadah haji itu merupakan panggilan sang maha pencipta.
"Tidak bisa diganti karena berangkat sudah besok mereka. Kami beri semsngat moril. Agar bisa menerima kondisi ini," sambungnya.
Diketahui, Pemerintah Kota Bontang secara resmi memberangkatkan jamaah calon haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jumat (15/5) pagi.
Diketahui, total jamaah haji Kota Bontang tahun ini sebanyak 112 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 51 jamaah nomor urut porsi, dua jamaah prioritas lansia, lima jamaah pendamping atau penggabungan, 38 jamaah cadangan, satu petugas PHD/TPHD, serta 15 jamaah mutasi masuk dari berbagai daerah seperti Samarinda, Kutai Timur, Mamuju, Pinrang, Kupang, Nganjuk, Dumai, hingga Jakarta.
Dari total jamaah tersebut, sebanyak 46 orang berjenis kelamin laki-laki dan 66 perempuan. Jamaah termuda tercatat atas nama Adinda Ali Rasyid Ridha yang berusia 18 tahun, sedangkan jamaah tertua adalah Abu Ala yang berusia 80 tahun.
Sebanyak 111 jamaah diberangkatkan melalui Kloter 14 Balikpapan, sementara satu jamaah lainnya tergabung dalam Kloter 17 bersama jamaah asal Solo. Untuk Kloter 14, turut didampingi dua orang petugas pendamping.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: