•   24 September 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Sempat Ditolak, Investor Malaysia kembali Tawarkan Investasi Pengolahan Air Laut jadi Sumber Air Bersih

Bontang - M Rifki
23 September 2026
 
Sempat Ditolak, Investor Malaysia kembali Tawarkan Investasi Pengolahan Air Laut jadi Sumber Air Bersih Ilustrasi industri desalinasi. (Ist)

BONTANG - Investor pengelolaan air laut asal Malaysia, MPDT Utility Sdn Bhd, kembali mencoba peruntungan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bontang pada 2026 ini.

Diketahui, manajemen investor telah menyosialisasikan rencana investasi jangka panjang mereka di hadapan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis pada Selasa (22/9/2026) kemarin.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Aspiannur mengatakan kedatangan investor itu disambut baik. Mereka mulai mempresentasikan manajemen bisnis yang akan dilakukannya di Bontang untuk mengelola industri desalinasi (pengelolaan air laut).

"Kemarin mereka presentasi awal. Kami sambut baik lah karena investor yang mau tanam modal pengelolaan air laut," ucap Aspiannur.

Lebih lanjut, lokasi pembangunan industri desalinasi akan berpusat di Kelurahan Bontang Lestari. Pemkot Bontang menyiapkan lahan eks lapangan terbang layang. Pasalnya, industri itu membutuhkan lahan setidaknya 10 hektare.

Untuk tahap selanjutnya, perusahaan asal Malaysia ini akan menyusun dokumen Feasibility Study atau studi kelayakan. Dari dokumen itu akan tercantum berapa biaya yang dibutuhkan untuk berinvestasi di Kota Bontang.

"Masih panjang prosesnya. Tapi kami akan lakukan secara bertahap. FS nanti investor yang buat," sambungnya.

Dari penelusuran Klik Kaltim, investor pengelolaan air laut ini rupanya bukan kali pertama ingin bekerja sama dengan Pemkot Bontang.

Pada 2022 silam, perusahaan MPDT Capital Berhad yang merupakan induk dari MPDT Utility Sdn Bhd sempat melakukan penjajakan rencana bisnis pengolahan air minum dengan teknologi desalinasi.

Rencana itu kandas lantaran MPDT Capital Berhad meminta sebelum dilakukan FS, Pemkot Bontang terlebih dahulu harus menandatangani dokumen kerja sama.

"Waktu itu ditolak. Karena proses dilangkahin. Tapi di penjajakan yang baru akan kami pertimbangkan," pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR