•   21 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Listrik dan Air Mati Bersamaan, Warga Bontang Terpaksa Beli Air Tangki

Bontang - M Rifki
21 Oktober 2026
 
Listrik dan Air Mati Bersamaan, Warga Bontang Terpaksa Beli Air Tangki Mobil tangki PDAM menyuplai air kepada pelanggan. (Klik Kaltim)

BONTANG – Pemadaman listrik pada Selasa (20/10/2026) berdampak pada distribusi air bersih di Kota Bontang. Akibatnya, sejumlah warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Riani, warga Jalan Parikesit, Kelurahan Bontang Baru, mengaku harus membeli air bersih seharga Rp60 ribu per tandon. Pasalnya, pasokan air dari PDAM tidak lagi mengalir sejak pemadaman listrik terjadi.

“Ampun deh. Pusing kita dibuat PLN sama PDAM ini. Keduanya mati serentak kemarin. Jadi kami harus keluarkan uang juga,” ucap Riani.

Keluhan serupa disampaikan Jainuri, warga Kelurahan Api-Api. Ia mengaku terpaksa membeli air satu tangki berisi tiga tandon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, ia khawatir pengeluaran rumah tangganya semakin membengkak.

“Kalau setiap hari begini, coba lihat aja penderitaan warga ke depannya,” sambungnya.

Pompa PDAM Tak Bisa Beroperasi

Direktur Perumdam Tirta Taman, Suramin, menjelaskan pemadaman listrik oleh PLN berdampak langsung pada distribusi air bersih kepada pelanggan. Pasalnya, mesin pompa tidak dapat beroperasi ketika pasokan listrik terputus.

“Kalau pompa tidak bisa nyala, maka air tidak dapat didistribusikan. Atas hal tersebut, kami mengucapkan permohonan maaf kepada pelanggan,” kata Suramin.

Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN terkait jadwal dan titik pemadaman listrik. Dalam koordinasi tersebut, PDAM meminta agar pemadaman mempertimbangkan lokasi Water Treatment Plant (WTP) dan mesin pompa.

Namun, menurut Suramin, pemadaman bergilir yang terjadi justru berdampak pada sejumlah titik distribusi air. Dalam kondisi tertentu, WTP KS Tubun tetap beroperasi, sementara mesin pompa di lokasi lain tidak menyala. Akibatnya, air yang telah diolah tidak dapat disalurkan kepada pelanggan.

Suramin menyebut gangguan serupa telah terjadi selama sepekan terakhir. Ia berharap PLN dapat menjaga pasokan listrik ke WTP dan mesin pompa agar distribusi air bersih tetap berjalan.

“Kalau kayak kemarin ampun. Semua pompa mati. WTP juga tidak beroperasi. PLN harusnya bisa beri space listrik ke WTP dan pompa. Jadi air bisa kami suplai. Ini sudah sepekan terjadi,” ucap Suramin.

Sementara itu, Klik Kaltim telah berupaya mengonfirmasi persoalan tersebut kepada PLN. Namun, hingga berita ini ditulis, manajemen PLN belum memberikan jawaban terperinci atas pertanyaan yang dikirimkan awak media. (*)

 






TINGGALKAN KOMENTAR