Tantangan Belajar Mengajar Dari Rumah Tidak Mudah, Berikut Penuturan Kepsek SDN 001 Bontang Utara
Kanan: Murid SDN 001 BU mengerjakan tugas sekolah berkelompok. Kiri: Mengerjakan tugas mandiri di rumah sembari dimonitor orang tua. (Ist).
KLIKBONTANG.com -- Sejak Rabu (17/3/2020) seluruh sekolah di Bontang, mulai sekolah dasar hingga menengah atas dirumahkan sementara. Alias menerapkan metode belajar mengajar jarak jauh. Hal ini ditempuh sebagai langkah preventif agar Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) tidak menyebar, khususnya melalui ruang-ruang kelas.
Tampak sekilas, metode belajar-mengajar ini terlihat mudah saja. Hanya memonitor melalui ponsel atau laptop, dan segalanya beres.
Namun yang menjadi penekanan, guru pun cukup risau bagaimana perkembangan anak didik selama menjalani belajar mandiri di rumah. Bagaimana pun, insting seorang pendidik untuk senantiasa mendampingi anak didik belajar tak bisa diabaikan. Sukar digambarkan, namun semangat itu hidup dalam diri seorang pendidik sejati.
Demikian pengakuan Kepsek SDN 001 Bontang Utara, Yani Astutik kala berbincang bersama KlikBontang, Sabtu (20/3/2020) malam melalui sambungan telepon.
Sejak sekolah dirumahkan (Selasa,red), Ponsel Wali Kelas 1-6 di SDN 001 Bontang Utara senantiasa aktif untuk menyampaikan penugasan murid dan memonitor penugasan tersebut melalui orang tuanya, yakni di whatsapp grup paguyuban kelas. Seluruh perkembangan pembelajaran akan dilaporkan secara berkala kepada Kepala Sekolah guna memastikan, apakah ada kendala, atau tidak.
''Wali Kelas memberikan laporan secara berkala kepada saya. Alhamdulillah, sejauh ini (Jumat,red) semua berjalan baik, mbak,'' bebernya.
Anak didik— Setidaknya di SDN 001 Bontang Utara, tak diperkenankan memegang ponsel, dengan pertimbangan mereka masih terlalu dini. Maka seluruh penugasan dari guru akan dikirim ke grup paguyuban kelas melalui grup WA beranggotakan guru dan orang tua murid saja.
Untuk mengetahui apakah tugas sampai ke anak didik, guru wali kelas akan mengingatkan di grup WA. Menanyakan apakah tugas telah disampaikan, dan apakah ada kesulitan dalam mengerjakan penugasan.
''Kami minta orang tua memfotokan gambar anak ketika sedang belajar. Kalau memang ada kendala, kami minta orang tua segera melaporkan," ungkapnya.
Tak bisa dipungkiri, tidak semua orang tua murid tergabung di grup WA atau medsos kelas. Walhasil, informasi soal penugasan acap terlambat.
Maka solusi yang diberikan sekolah ialah membentuk murid dalam kelompok kecil yang terdiri dari 2-3 siswa, yang dikoordinir oleh guru dan ketua paguyuban kelas. Pengelompokan ini berdasarkan siswa yg rumahnya berdekatan.
Untungnya, sebagian besar murid SDN 001 Bontang Utara bermukim di lingkungan yang berdekatan. Mayoritas di lingkungan Bontang Kuala, sehingga penyebaran informasi dan penugasan bisa berjalan dengan baik.
"Alhamdulliah anak-anak bertetangga dan bersaudara. Kebanyakan tinggal di Bontang Kuala. Sehingga sharing informasi dan penugasan dapat secara efektif berjalan," pungkas Yani Astutik.
Reporter : Fitri Wahyuningsih
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: