Tanjung Laut Indah Masuk Zona Merah Covid-19, Lurah : Banyak Kumpul-Kumpul Usai Pilkada

Bontang - Asriani
26 Desember 2020
Tanjung Laut Indah Masuk Zona Merah Covid-19, Lurah : Banyak Kumpul-Kumpul Usai Pilkada Kantor Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan masuk zona merah Covid-19

KLIKKALTIM.COM - Kelurahan Tanjung Laut Indah masuk zona merah Covid-19. Kelurahan di pesisir ini menggenapi 4 kelurahan yang masuk zona merah di Kota Bontang.

Sebelumnya, kelurahan ini masuk di level tingkat sedang atau orange. Dari data rilis Promkes Bontang, kelurahan Tanjung Laut Indah masuk zona merah sejak kamis (24/12) dengan kasus aktif sebanyak 24 orang.

Selanjutnya kembali alami penambahan kasus aktif per Jumat (25/12) kemarin, hingga 27 kasus yang aktif.

Pelaksana Tugas, Lurah Tanjung Laut Indah, Hariyanto membenarkan jumlah kasus aktif di daerahnya meningkat.

Dikatakannya, kemungkinan besar saat usai pilkada masyarakat banyak yang lupa mematuhi protokol kesehatan, seperti lakukan kerumunan.

"Masyarakat banyak yang kumpul-kumpul kembali," ujarnya saat dikonfirmasi via telepon.

Selain itu, beberapa masyarakat pendatang yang kurang kesadaran untuk melaporkan diri ke RT setempat. Bisa beresiko tinggi untuk menularkan pada orang terdekatnya.

Pun saat ini penjagaan tidak seketat di masa PSBB, yang menjadi faktor utama kelonggaran masyarakat untuk keluar masuk kota.

Pihaknya pun selalu koordinasi dengan tim Satgas Covid Bontang Selatan. Serta ketua RT untuk mengingatkan kepada warga yang masuk ke Bontang, untuk selalu melapor.

Disaat ada informasi kasus aktif yang masuk, pihaknya juga selalu memberitahu kepada RT agar menghimbau warga tetap berhati-hati.

Serta lakukan pemantauan bagi warga yang lakukan karantina mandiri, agar tetap berada di dalam rumah.

"Kita selalu sampaikan kepada RT kalau ada penambahan kasus," ucapnya.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadarannya dan selalu waspada dari ancaman Covid-19.

Sementara itu, ia akan meningkatkan kembali sosialisasi kepada masyarakat, mengingat sejauh ini banyak kasus yang aktif tanpa gejala. "Terpenting kesadaran masyarakat," terangnya.

TINGGALKAN KOMENTAR