•   24 September 2021 -

Tangani Covid-19, Dandim Bontang Gunakan Taktik Perang

Bontang - M Rifki
03 September 2021
Tangani Covid-19, Dandim Bontang Gunakan Taktik Perang Wali Kota Bontang Basri Rase bersama Wakil Ketua Satgas Covid-19 Letkol Arh Choiril Huda/Hms

KLIKBONTANG- Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kota Bontang, Letkol Arh Choirul Huda mengungkapkan strateginya untuk menekan kasus penularan di Kpta Bontang terbukti berhasil. 

Mantan pasukan perdamaian PBB di Lebanon ini menerapkan strategi ala perang dalam penanggulangan kasus Corona mulai dari hulu hingga ke hilir. 

"Saya coba mengutip quotes dari Sun Tzu yang mengatakan, ketahui dirimu, katahui musuh mu, seribu kali kamu bertempur, maka seribu kali kau akan menang," ucapnya. 

Mula-mula, ia menetapkan target yang akan dicapai, yaitu kembali memulihkan wilayah Bontang dalam zona hijau kembali. 

Setelah itu, Choirul memetakan infrastruktur petugas di lapangan, yakni Pemkot dan TNI/Polri. 

Saat dua indikator itu sudah terpenuhi, langkah selanjutnya penanganan pandemi dimulai dari hulu hingga hilir. 

Dari hulu, pembatasan interaksi sosial menjadi langkah yang harus dilakukan. Tujuannya untuk mengurangi mobilisasi masyarakat di lapangan. 

"Saat berada di status PPKM Level 4 di awal Juli lalu. Langkah yang saat itu sangat masif. Dari hulu kita lakukan pencegahan seperti patroli rutin dan penyekatan jalan untuk mengurangi mobilitas," katanya saat ikut dalam talk show yang disiarkan melalui YouTube.

Pembatasan interaksi sosial hingga batasan jam operasional rupanya terbukti ampuh menekan penularan kasus. 

Sedangkan untuk di hilir, pembentukan garda isoman, pasukan relawan yang mengurus warga isolasi mandiri, dimaksimalkan. 

Warga yang isoman di rumahnya, dipastikan kebutuhan harian mereka terpenuhi. Rumah isoman juga ditempeli stiker supaya tetangga mereka juga ikut mengawasi. 

"Hasil dari kebijakan itu, saat ini alhamdulillah persebaran Covid-19 bisa kita tekan," tuturnya. 

Seusai penanganan hulu dan hilir dilakukan, upaya selanjutnya dengan menggunakan 'senjata' berupa vaksinasi. 

Covid-19 seperti musuh tak terlihat, vaksinasi menjadi senjata ampuh untuk menekan kasus penularan. 

"Setelah itu kita bekalin persenjataan, senjata yang dimaksud ini adalah vaksin," tegasnya.

Upaya itulah yang diklaim bisa menahan laju penyebaran kasus di Bontang. Selepas turun status dari PPKM Level 4 menjadi Level 3, tingkat kesembuhan di Bontang juga perlahan membaik. 

Di awal ledakan kasus, Juli lalu tingkat kesembuhan berada di angka 85 persen. Kini, angka kesembuhan sudah menyentuh 90,3 persen. 




TINGGALKAN KOMENTAR