Soal Kecelakaan di Traffic Light Jalan Letjen S Parman, Ini yang Disoroti Abdul Samad
Abdul Samad menyoroti soal maintainance bus yang menjadi aktor utama dalam kecelakasn yang terjadi di traffic light Jalan Letjen S Parman. (Foto: Humas DPRD Bontang)
KLIKBONTANG.com -- Masih soal kecelakaan maut yang terjadi di traffic light simpang Letjen S Parman. Anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdul Samad memberi perhatian khusus kepada pemilik kendaraan. Pasalnya bus milik perusahaan plat merah itu menjadi aktor utama dalam kejadian yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
"Ini perlu didalami bersama, kenapa bisa terjadi [kecelakaan]. Apakah kendaraan yang bermasalah," tanya Samad disela-sela rapat kerja, Rabu (11/3/2020) siang.
Politisi Partai Hanura itu menyoroti bahwa bus tersebut merupakan keluaran pabrik otomotif kenamaan asal Jerman. Dengan demikian ia meyakini bila secara kualitas kendaraan asal benua biru itu cukup mumpuni. Sebabnya yang menjadi pertanyaan besar ialah bagaimana pemeliharaan terhadap bus itu.
"Saya yakin kalau kendaraan keluaran Jerman ini mengutamakan safety [keselamatan]," ujarnya.
Samad mensinyalir ada sedikit kelalaian yang terjadi berkenaan dengan pemeliharaan bus. Namun ia tak bisa memastikan siapa paling bertanggungjawab, apakah pemilik bus (Perusahaan) atau supir itu sendiri.
"Makanya perlu kita dalami bersama.Mungkin kurang memperhatikan service [perawatan] berkala. Ataukah kurang membaca buku panduan yang dikeluarkan pabrik [pembuat bus]," bebernya.
Sebagai informasi, dalam rapat kerja kali ini, Komisi III DPRD Bontang memanggil Dishub, Sat Lantas Polres Bontang, dan manajemen RSUD Taman Husada. Rapat ini membahas kecelakaan maut yang terjadi beberapa waktu lalu di traffic light simpang Letjen S Parman. Tercatat ada 8 orang menjadi korban akibat ditabrak bus perusahaan dari belakang. Tiga diantaranya meninggalkan dunia, sementara sisanya masih dalam perawatan medis.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: