•   26 May 2022 -

Setahun Warga Miskin Bontang Bertambah Hampir 500 Orang , Dinsos-PM : Naik Tapi Tak Banyak

Bontang - M Rifki
21 Januari 2022
Setahun Warga Miskin Bontang Bertambah Hampir 500 Orang , Dinsos-PM : Naik Tapi Tak Banyak Infografis Kemiskinan- Klik Kaltim

KLIKKALTIM.COM -- Tren angka kemiskinan di Bontang bergerak naik kurun 3 tahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang merilis jumlah warga miskin tahun 2021 sebanyak 8,41 ribu orang atau 4,62 persen. 

Jumlah itu bertambah 490 orang ketimbang tahun 2020 lalu. Di tahun kedua pandemi itu BPS mencatat jumlah warga miskin sebanyak 7,91 ribu orang atau 4,38 persen. 

Angka kemiskinan bergerak naik sejak 2019 lalu. Pada 2019 jumlah warga miskin 7,47 ribu orang atau 4,22 persen. 

Klik Juga : 7.910 Warga Bontang Hidup di Garis Kemiskinan

BPS mengkategorikan kelompok warga miskin yakni mereka rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. 

Garis kemiskinan di tahun 2021 ditetapkan senilai Rp 665.572 per kapita per bulan. Dengan kata lain, apabila dalam 1 keluarga terdiri dari 4 orang. Maka dalam sebulan pengeluaran rumah tangga rata-rata mereka sebesar Rp 2,6 juta. 

"Kenaikan angka kemiskinan ini menunjukkan bahwa semakin banyak penduduk di Kota Bontang yang hidup di bawah garis kemiskinan," seperti tertulis di rilis BPS Tingkat Kemiskinan Kota Bontang 2021. 

Klik Juga : Ini Penyumbang Tingkat Kemiskinan Terbesar di Kaltim, Salah Satunya Rokok

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Bahtiar Mabe, membenarkan angka kemiskinan di Bontang meningkat. 

Ia menyebutkan alasan tambahan warga miskin ini lantaran imbas panjang pandemi Covid-19. 

Selama pandemi, roda ekonomi bergerak landai yang berimbasnya perusahaan mengurangi jumlah pekerja mereka. 

"Memang dampak Covid-19 ini sangat terasa. Ada kenaikan tapi tidak banyak kalau menurut kami," kata Bahtiar Mabe. 

Kendati demikian, Dinsos-PM mengklaim keluarga miskin di Bontang selalu diberikan bantuan sosial. Sejumlah bantuan baik dari APBD dan APBN gencar diberikan ke warga miskin. 

"Banyak juga program bantuan di salurkan oleh Pemkot Bontang, Provinsi Kaltim, dan Pemerintah Pusat," sambungnya. 

Pada 2022 ini, rencananya akan melakukan pendataan kembali perihal jumlah valid masyarakat yang dikategorikan miskin melalui aplikasi. 

Dari situ, nantinya dapat mengetahui jumlah pasti berapa orang yang termasuk dalam indikator miskin. Untuk, itu saat ada bantuan sosial yang dikucurkan tidak lagi perlu melakukan pendataan. 

"Tahun ini rencananya ada pendataan yang berbasis aplikasi untuk melihat jumlah orang miskin di Bontang," pungkasnya.




TINGGALKAN KOMENTAR