•   26 May 2022 -

Hingga November 2021 Terjadi 128 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bontang

Bontang - Asriani
01 Desember 2021
Hingga November 2021 Terjadi 128 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bontang Foto: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang, Bahauddin/Asriani - Klik Kaltim

KLIKKALTIM.COM - Tren kekerasan pada anak dan perempuan melandai pada tahun 2021. Dari catatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bontang tahun 2021, periode Januari - November kasus kekerasan anak dan perempuan sebanyak 128 kasus.

Angka itu menurun dibanding pada tahun 2020 sebanyak 167 kasus dari keduanya.

Kepala DPPK Bontang, Bahauddin mengatakan, data itu bersumber dari laporan yang masuk ke layanan penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di DPPKB Bontang.

Dari 128 kasus kekerasan anak dan perempuan, terbanyak jenis kekerasan fisik dan kekerasan seksual.

"Di semester satu ini terbanyak fisik dan seksual," ujarnya usai sambutan dalam rapat koordinasi di Auditorium,  Rabu (1/12/2021).

Terlebih di masa pandemi, dari laporan yang masuk terjadi di internal. Di mana mereka lebih banyak berdiam diri di rumah.

Apakah dilakukan secara spontan atau ada unsur kesengajaan atau direncanakan.

"Yang jelas selama pandemi kekerasan terjadi di internal rumah," bebernya.

Ditambahkan, Kasi Pemenuhan Hak Anak, DPPKB Bontang, Trully Tisna menyampaikan, ada beberapa penanda apabila anak atau perempuan mengalami tindak kekerasan.

Seperti, jenis verbal dalam bentuk pikis apabila seseorang yang terlibat dalam kekerasan, maka kepercayaannya terpengaruh. Semis, ketika berinterkasi dengan orang lain, kepercayaan diri menurun.

"Itu termasuk terindikasi gangguan psikologi," imbuhnya.

Lebih lanjut, untuk mengantisipasi dan menekan lenambahan kasus pada Desember 2021 ini, mereka mencoba merumuskan dalam rapat koordinasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Sosialisasi dan edukasi ke masyarakat lebih gencar lagi," ujarnya.




TINGGALKAN KOMENTAR