•   05 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Sainudding, Pahlawan Air Bersih Tihi-Tihi

Bontang - Redaksi
19 Maret 2020
 
Sainudding, Pahlawan Air Bersih Tihi-Tihi Sainudding, Pengangkut air bersih Tihi-Tihi

KLIKBONTANG.com – Sainudding, lelaki 39 tahun ini harus bertarung hampir setiap hari berjibaku dengan angin laut dan teriknya matahari.  Ia memilih mengangkut air bersih  untuk warga Tihi-Tihi yang sangat membutuhkan. Dengan jarak tempuh  30 menit dari Tihi-Tihi ke pelabuhan Tanjung Laut Indah ia rela lakukan meski bertaruh dengan kapal tua miliknya yang sudah berumur  hampir 10 tahun.

Dengan kapal tersebut berisikan 50 jeriken air bersih, Sainudding hanya sanggup memenuhi setengah dari kebutuhan air bersih bagi warga Tihi-Tihi. Ia mampu memenuhi air bersih dalam sehari hanya sekali untuk mengambil air. Karena kondisi angin laut yang tidak memungkinkannya untuk kembali kedua kalinya, dan juga ketika air laut lagi surut.

“kalau saya hanya 50, karena ada juga sepupu saya yang mengangkut air, itu pun ia hanya sekali, jadi totalnya hanya 100 jeriken,” ujarnya. Hanya 100 yang bisa jergen yang diangkut setiap harinya, sebagiannya tidak, dan itu tidak cukup untuk warga Tihi-Tihi.

Dirinya mengatakan, setiap hari warga mengambil air bersih, tapi kondisi saat ini lagi kemarau dan cuaca tidak mendukung. Karena kebanayak warga memiliki kapal kecil, kapal kecil tersebut kesulitaan mengangkut air dengan kondisi cuaca yang lagi buruk.

“Kalau begi cuaca, ombak besar, saya yang memuatkan airnya, karena kasihan kan, orang tidak sanggup mengangukut air kalau cuaca buruk,” kata ayah satu anak itu.

Dengan mengangkut air untuk warga, dirinya mengaku pendapatan hasil tersebut cukup memilukuan, harga yang dipatok dari 50 jergen, satu jergen hanya Rp 3000 warga harus merogoh kocek untuk membayarnya, karena ia juga harus membayar Rp 1000 satu jergen untuk membeli air bersih di pelabuhan Tanjung Laut Indah.

Jadi pendapatanya sehari dalam mengangkut air hanya 100.000, karena 50.000 nya ia harus membayar kepada pemilik air bersih. Belum lagi dirinya harus membeli solar untuk kapalnya yang seharga  Rp 40.000, dengan pengeluaran tersebut ia hanya mendapatkan Rp 60.000 dengan anak dan istri yang harus dibiayainya.

“Belum lagi kalau ada kerusakan mesin, yah rugi, Cuma saya tidak terlalu mengejar hasil uangnya, kasihan  sama tetangga, tidak enak kan, kalau saya ambil air dan jergen tetangga tidak ikut, saya tidak sampai hati,” ungkapnya.

Dirinyapun mengatakan, yang dibutuhkan warga Tihi-Tihi untuk air bersih, agar tidak lagi menggunakan kapal ialah subur bor. “ Tapi, memang sih, anggarannya juga banyak,” kata Sainudding.

Karena menurutnya, kalau kapal susah, sudah dua bantuan kapal  dari pemerintah dan kapal tersebut telah rusak. Hanya beberapa bulan saja difungsikan untuk warga mengambil air, setelah itu, digunakan untuk milik pribadi oleh salah satu warga.

“Pernah saya meminta kapal rusak tersebut, untuk saya perbaiki, agar saya gunakan untuk mengambil air untuk masyarakat, tapi tidak dikasih,”. Terang Sainudding, dengan berat hati ia menggunakan kapalnya kembali untuk mengangkut air bersih.

Reporter : Rahmat Shadr

 

 




TINGGALKAN KOMENTAR