•   09 December 2022 -

Rekrutmen Tanpa Lapor, Manajemen Matahari Dipanggil Disnaker Bontang

Bontang - M Rifki
08 Agustus 2022
Rekrutmen Tanpa Lapor, Manajemen Matahari Dipanggil Disnaker Bontang Rapat bersama Disnaker Bontang dan Manajemen Matahari Samarinda/ Ist - Klik Kaltim.

KLIKKALTIM.COM - Dinas Ketenagakerjaan Bontang telah memanggil Manajemen Matahari Store Samarinda agar melakukan rekrutmen tenaga kerja dengan memprioritaskan masyarakat lokal. 

Store Manager Matahari Samarinda Yoga Bagus, mengatakan rekrutmen kemarin memang terjadi lantaran mis koordinasi internal. 

Dengan begitu, pengumuman melalui online dihentikan sementara dan proses lanjutan akan membuka melalui Disnaker Bontang. 

Pekerja nantinya akan ditempatkan di Bontang City Mall yang bertempat di Jalan Jendral Soedirman Kelurahan Tanjung Laut. 

"Iya kemarin memang ada koordinasi yang kurang. Jadi rekrutmen nanti melalui Disnaker," kata Yoga saat ditemui di Kantor Disnaker Bontang, Senin (8/8/2022). 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disnaker Bontang Abdu Safa mengatakan pihak Matahari kooperatif memenuhi panggilan untuk dimintai konfirmasi. 

Menurutnya, Peraturan Daerah Kota Bontang Nomor 10 tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Perda Nomor 1/2009 Tentang Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja. 

Dimana dalam Perda tertuang setiap perusahaan harus membuka lowongan sebanyak 75 Persen dari tenaga kerja lokal. 

"Masalahnya sudah selesai. Jadi mereka akan membuka ulang rekrutmen melalui Disnaker," kata Abdu Safa Muha. 

Saat ini Disnaker hanya tinggal menunggu surat pengajuan lowongan dalam waktu dekat. Pihak Matahari diminta bersurat dan mengirimkan list pekerjaan yang dibuka dan syaratnya. 

Setelah itu akan diproses dan ditayangkan secara terbuka. Selain dari pada itu, kejelasan status pekerja nantinya juga diminta. 

Misalnya pencatatan perjanjian kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu.

"Baru juga kita minta peraturan perusahaan untuk mencegah adanya perselisihan pekerja di kemudian hari," pungkasnya.




TINGGALKAN KOMENTAR