Proyek MYC Danau Kanaan Rp267,6 Miliar Segera Ditender, Masih Persiapan Teknis
Desain Waduk Kanaan yang akan direvitalisasi. (Istimewa)
BONTANG – Proyek Multiyears Contract (MYC) revitalisasi Danau Kanaan akan mulai dijalankan pada 2026. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Inaproc, proyek ini memiliki nilai anggaran sebesar Rp267,6 miliar.
Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang, Edi Suprapto, mengatakan proyek tersebut direncanakan berlangsung selama lima tahun, yakni 2026 hingga 2031.
Meski demikian, skema pembayaran akan dilakukan secara bertahap selama tiga tahun, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Saat ini, proses tender masih dalam tahap persiapan teknis dan akan dibuka secara umum.
“Kontraknya lima tahun, tetapi pembayaran dilakukan tiga tahun. Nanti akan ditender terbuka,” ujar Edi.
Ia menegaskan tidak ada kualifikasi khusus bagi peserta lelang. Seluruh perusahaan yang memenuhi persyaratan dipersilakan mengikuti proses tender, selama mampu memenuhi seluruh ketentuan dalam kontrak.
Lebih lanjut, revitalisasi Danau Kanaan merupakan bagian dari janji politik Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Wakil Wali Kota, Agus Haris. Proyek ini tidak hanya berfokus pada peningkatan fungsi waduk, tetapi juga pengembangan kawasan menjadi destinasi wisata.
Selain itu, kapasitas tampung waduk akan diperluas untuk menampung air permukaan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku bagi masyarakat serta membantu pengendalian banjir.
“Kalau ini terealisasi, akan ada objek wisata baru sekaligus solusi penanggulangan banjir,” tambahnya.
Diketahui, pagu anggaran proyek ini mencapai sekitar Rp267 miliar dan direncanakan berjalan hingga 2028 untuk tahap pembangunan fisik. Rinciannya, pada 2026 dialokasikan Rp48 miliar, tahun 2027 sebesar Rp129 miliar, dan tahun 2028 sebesar Rp88,8 miliar.
Selain itu, anggaran pengawasan teknis sebesar Rp5 miliar juga akan dicairkan bertahap, yakni Rp960 juta pada 2026, Rp2 miliar pada 2027, dan Rp1,7 miliar pada 2028. Sementara itu, biaya pengelolaan kegiatan dialokasikan sebesar Rp1 miliar.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: