Produk Lokal Kesulitan Tembus Pasar Modern
Rodliyah selaku ketua UP2KS Bontang Saat menjelaskan kendala Yang dihadapi industri IKM dalam bersaing di pasar modern.
KLIKBONTANG.com -- Sebanyak 46 Industri Kecil Menengah (IKM) yang tergabung dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UP2KS) sulit bersaing di pasar modern.
Tingginya harga yang dipatok oleh pihak pengelola untuk masuk di pasar modern sebesar 30 persen dari harga jual produk berdampak pada produk Lokal tidak laku dipasaran. Hal ini diungkapkan oleh Ketua BPC UP2KS (AKU) Rodliyah saat ditemui di SMA IT YABIS, Jalan. Brigjen Katamso No.40, Belimbing, Kota Bontang(kamis/12/03/20)
Selain itu, adanya pembayaran etalase yang cukup mahal kisaran Rp500 ribu - Rp1 juta untuk sekali masuk di pasar modern membuat IKM Bontang harus mengeluarkan biaya yang lebih besar.
"Kita sangat sulit bergerak sekarang, apalagi upaya dari pemerintah dalam membantu meningkatkan daya saing produk lokal IKM tidak ada, dulu ada bantuan 10 juta dana bergilir sekarang tidak ada. saat ini kita hanya mendapat bantuan dana dari CSR PKT sebesar 76 juta selama setahun, iuran anggota 300 ribu perbulan dan pinjaman ke koperasi. Dan itu belum cukup karena kita harus bayar biaya bahan baku, beli alat, dan biaya pemasaran," ujar Rodliyah.
Rodliyah berharap supaya pemerintah memberikan jalan keluar agar produk lokal IKM dapat bersaing dipasar modern. Sehingga, 46 IKM yang tergabung dalam UP2KS yang 50 persen adalah masyarakat miskin dapat memperbaiki perekonomianya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: