Polres Bontang Janji Tindak Tegas Penimbun Masker
Polres Bontang, AKBP Boyke Karel Wattimena dan jajarannya menggelar konferensi pers usai sidak kesediaan masker di Bontang. (Foto: Fit Wahyuningsih/KlikBontang).
KLIKBONTANG.com -- Dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) Polres Bontang terhadap 16 apotek di Kota Taman – Julukan Bontang, diketahui tak satupun yang didapati lakukan aktivitas penimbunan masker. Kelangkaan dan meroketnya harga masker murni disebabkan kurangnya stok sementara permintaan masyarakat tinggi.
"Ini murni karena hukum ekonomi bermain saja. Stok terbatas, permintaan tinggi," ujar Kapolres Boyke yang kala itu memimpin sidak.
Kendati dari hasil sidak itu jajaran Polres Bontang tak menemukan satupun apotek melakukan penimbunan, Kapolres Boyke kembali ingatkan agar apotek atau pihak manapun jangan pernah melakukan tindakan ilegal itu.
Dia menegaskan, bila itu tetap dilakukan, dan berhasil dibuktikan, pihaknya tak segan menindak tegas sesuai regulasi yang berlaku.
"Kalau terbukti melakukan penimbunan, kami tindak tegas," ujarnya.
Lebih jauh, bila masyarakat melihat dan mampu membuktikan ada yang melakukan penimbunan, dia meminta itu segera dilaporkan. Kapolres Boyke berjanji, semua laporan masyarakat itu bakal segera ditindaklanjuti.
"Silahkan laporkan mau memang ada yang melakukan penimbunan," ujarnya.
Menyinggung soal harga masker yang meroket. Dikatakan Kapolres Boyke, pihaknya tak bisa melakukan intervensi lebih jauh soal itu. Pasalnya, pengecer (Dalam hal ini apotek) menjual masker berdasarkan harga beli. Kebetulan saat ini harga masker memang mahal sejak du agen (Tempat apotek memperoleh masker).
"Harga jual mereka sesuaikan dengan harga beli," bebernya.
Sebelumnya, Polres Bontang yang dipimpin langsung Kapolres Boyke Karel Wattimena menggelar sidak untuk mengecek persediaan masker di Bontang. Sidak ini merupakan inisiatif Polres, menyusul kuatnya atensi publik terhadap isu virus korona.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: