Perkuat Program Tengok Tetangga, DP3AKB Libatkan Ketua RT Perempuan Bangun Lingkungan Ramah Perempuan dan Anak
Kegiatan sosialisasi membangun lingkungan peduli perempuan dan anak melalui peran Ketua RT perempuan di Aula Kecamatan Bontang Utara. (Klik Kaltim)
BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang mengumpulkan puluhan Ketua Rukun Tetangga (RT) perempuan dalam kegiatan sosialisasi pembangunan lingkungan ramah perempuan dan anak di Aula Kecamatan Bontang Utara, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bontang memperkuat perlindungan perempuan dan anak hingga tingkat lingkungan melalui peran strategis ketua RT perempuan.
Saat ini terdapat 81 ketua RT perempuan yang tersebar di 15 kelurahan di Kota Bontang. Pada tahap awal, sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan untuk mendapatkan pembekalan terkait deteksi dini, pendampingan, hingga mekanisme pelaporan kasus yang melibatkan perempuan dan anak.
Program tersebut juga menjadi tindak lanjut arahan Wali Kota Bontang Neni Moernaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris dalam memperkuat program unggulan Tengok Tetangga, khususnya dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ketua Panitia Pelaksana, Fais Abror, mengatakan ketua RT memiliki peran penting sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan untuk mengenali dan melaporkan persoalan yang dialami perempuan maupun anak di lingkungannya.
“Kami ingin memperkuat kapasitas ketua RT agar mampu mendeteksi dini persoalan perempuan dan anak serta membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganannya,” ujar Fais.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai kondisi perempuan dan anak di Kota Bontang, teknik pendampingan awal secara psikologis, mekanisme rujukan medis, hingga tata cara pelaporan kasus kepada instansi terkait.
Selain itu, DP3AKB juga mendorong terbentuknya sinergi antara ketua RT, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), tenaga kesehatan, serta psikolog dalam menangani kasus kekerasan yang terjadi di masyarakat.
“Harapannya kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak,” katanya.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Bontang Bahtiar Mabe melalui Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak, Hartoni, menegaskan kegiatan serupa akan terus digencarkan sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga.
Menurutnya, perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan sehingga membutuhkan perhatian khusus dari seluruh elemen masyarakat, termasuk ketua RT sebagai pemimpin lingkungan.
“Isu perlindungan perempuan dan anak harus menjadi perhatian bersama. Ketua RT harus menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang aman,” tegas Hartoni.
Ia menjelaskan, apabila menemukan kasus kekerasan terhadap perempuan maupun anak, ketua RT dapat langsung menghubungi atau membawa korban ke UPTD PPA untuk mendapatkan asesmen, pendampingan psikologis, hingga perlindungan hukum apabila diperlukan.
“Korban akan kami dampingi mulai dari penanganan awal hingga proses pemulihan. Bahkan UPTD PPA memiliki fasilitas perlindungan bagi korban yang membutuhkan tempat aman,” jelasnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah narasumber. Dokter Fakhruzzabadi dari RS LNG Badak dan RS Amalia menyampaikan materi tentang kesehatan reproduksi sebagai pondasi perlindungan perempuan dan anak.
Sementara itu, psikolog Laela Siddiqah membawakan materi mengenai deteksi dini kekerasan dan pendampingan psikologis di tingkat RT.
Di kesempatan yang sama, Kepala UPTD PPA Bontang Sukmawati memaparkan kondisi kasus perempuan dan anak di Kota Bontang. Ia mengungkapkan kasus yang paling banyak ditangani masih didominasi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
Menurutnya, seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan agar anak-anak tidak menjadi korban kekerasan maupun eksploitasi.
“Anak adalah korban ketika mereka masih berada di bawah umur. Karena itu, pencegahan harus menjadi fokus utama agar tidak semakin banyak anak yang menjadi korban kekerasan seksual,” pungkas Sukmawati. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: