Penormalan Baru di Bontang, Dinkes : Berat Hati Tapi Harus Realistis
int
KLIKKALTIM.COM -- Penerapan penormalan baru di Kota Bontang diakui cukup sulit diterima bagi para petugas medis.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bahauddin mengatakan menjalani hidup dalam tatanan baru memang cukup berat.
Namun, pihaknya harus realistis. Sebab, kondisi ini memaksa para petugas medis dan masyarakat hidup berdampingan dengan COVID-19.
"Memang berat hati, tapi kita harus realistis," kata Bahauddin kepada wartawan saat ditanya.
Menjalani kenormalan baru artinya masyarakat harus bisa berdapatasi dengan penyebaran Virus Sars-Cov-2.
Interaksi sosial mulai dibatasi. Pergerakan di segala sektor harus mengikuti anjuran protokol kesehatan.
"Yah kita mau tidak mau harus adaptasi kenormalan baru ini," katanya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bontang, Suhardi menilai Bontang memenuhi syarat untuk meneramkan kenormalan baru.
Hal itu bisa terlihat dari tren perkembangan kasus konfirmasi positif COVID-19 di Bontang yang telah menurun.
Di samping itu sampai saat ini belum ada temuan kasus transmisi lokal di Kota Bontang.
"Pasti pemerintah sudah memiliki analisis di segala lini, termasuk dari sisi kesehatan," ujar Suhardi.
Ia menambahkan pengalaman sejak 2 bulan terakhir membuat petugas medis sudah mulai adaptasi.
Secara mental petugas sudah lebih siap ketimbang pada fase-fase awal kasus ini. "Dari sisi APD dan fasilitas yang ada di Bontang sudah siap lah. Kan sudah digembleng 2 bulan ini," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: