•   09 September 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Pemkot Lobi Perusahaan Terkait Lahan untuk Jembatan SMPN 5; KIE Setuju, KNE Masih Menunggu

Bontang - M Rifki
09 September 2026
 
Pemkot Lobi Perusahaan Terkait Lahan untuk Jembatan SMPN 5; KIE Setuju, KNE Masih Menunggu Rapat koordinasi terkait permintahaan hibah Jembatan SMP Negeri 5 ke kedua perusahaan (Klik Kaltim). 

BONTANG – Pemkot Bontang melobi 2 perusahaan yakni PT Kaltim Industrial Estate (KIE) dan PT Kaltim Nusa Etika (KNE) terkait rencana pembangunan jembatan SMPN 5 Bontang. 

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris didampingi sejumlah pejabat teras secara khusus mengunjungi kantor dua perusahaan ini untuk meminta kepastian hibah lahan tersebut, Rabu (9/9/2026).

Dari hasil pertemuan menunjukkan PT KIE telah menyetujui hibah lahan untuk kepentingan publik. Sementara PT KNE masih membutuhkan pembahasan internal sebelum memberikan keputusan.

“PT KIE sudah setuju, mereka sudah membahas bersama komisaris. Tinggal PT KNE yang masih harus membahas,” kata Agus saat bertemu jajaran PT KNE.

Agus mengatakan kepastian hibah lahan dibutuhkan Pemkot Bontang untuk memperbaiki kondisi jembatan yang saat ini dinilai sudah memprihatinkan.

Jika proses hibah terealisasi, Pemkot Bontang berencana membangun jembatan baru sepanjang 80 meter dengan lebar 10 meter.

“InsyaAllah kami akan perbaiki segera. Ini akan digodok perencanaannya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KNE Herliani menyambut baik permohonan hibah yang diajukan Pemkot Bontang. Namun, proses tersebut harus mengikuti prosedur tata kelola perusahaan.

Menurutnya, pengajuan hibah perlu dibahas melalui mekanisme Good Corporate Governance (GCG), kemudian dikonsultasikan dengan dewan komisaris dan pemegang saham.

“21 tahun sudah pinjam pakai, tapi dihibahkan perlu ada prosedur yang perlu dilewati,” kata Herliani.

Ia berharap Pemkot Bontang turut membantu proses administrasi apabila hibah lahan nantinya disetujui.

Herliani juga meminta agar jembatan yang dibangun nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi akses menuju sekolah, tetapi dapat dimanfaatkan masyarakat umum.

“Jadi bukan hanya sekolah, tapi masyarakat yang melintas di jembatan itu juga masyarakat,” pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR