Pemadaman Bergilir Tak Merata, Warga Bontang Pertanyakan Sistem PLN
Kawasan Bukit Indah Bontang tampak gelap gulita akibat pemadaman listrik. (dok)
BONTANG – Pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Bontang menuai keluhan warga. Pasalnya, sebagian pelanggan mengaku mengalami pemadaman hingga dua kali dalam sehari, sementara kawasan lain tetap menyala.
Salah seorang warga Kelurahan Berbas Pantai, Nasrul, mengatakan listrik di rumahnya padam pada Minggu (28/6/2026) malam. Tak lama berselang, ia kembali menerima informasi bahwa wilayah tempat tinggalnya akan mengalami pemadaman lagi Senin (29/6/2026) petang.
"Kenapa belum 24 jam sudah mati listrik lagi. Besoknya begitu juga. Setiap hari ada saja pemadaman," keluh Nasrul.
Menurutnya, pelaksanaan pemadaman bergilir juga menimbulkan kecemburuan di tengah masyarakat. Sebab, ada sejumlah kawasan yang dinilai hampir tidak pernah terdampak pemadaman.
"Itu di sekitar simpang Bontang Baru tidak pernah mati. Kenapa kami yang di pinggiran justru sering padam," ujarnya.
Nasrul berharap PLN mengevaluasi sistem pemadaman bergilir agar beban yang ditanggung pelanggan lebih merata. Menurutnya, pemadaman pada malam hari juga mengganggu waktu belajar anak-anak maupun waktu istirahat warga.
Selain itu, pemadaman listrik turut berdampak pada pelaku usaha yang mengandalkan pasokan listrik untuk menjalankan usahanya. Bahkan, sebagian warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan dengan mencari tempat yang masih memiliki aliran listrik, seperti pusat perbelanjaan atau warung makan.
"Malam itu waktunya istirahat, malah listrik padam. Akhirnya kami keluar rumah ke mal, dan di sana tentu harus mengeluarkan uang lagi," katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Manajer ULP PLN Bontang, Robertus Richard Laksana Lamania, menjelaskan bahwa pengaturan pemadaman dilakukan berdasarkan kondisi operasional sistem kelistrikan.
Ia mengatakan, dalam kondisi tertentu terdapat objek vital dan fasilitas pelayanan publik, seperti rumah sakit serta fasilitas penting lainnya, yang menjadi prioritas agar tetap memperoleh pasokan listrik.
"Kami sekali lagi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Saat ini PLN terus berupaya meminimalkan dampak gangguan terhadap masyarakat semaksimal mungkin," ujar Robert.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: