Mabes TNI Utus 7 Kolonel ke Bontang Atasi Masalah Karhutla
Ilustrasi Karhutla/AI
BONTANG – Mabes Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengutus tujuh perwira menengah berpangkat Kolonel ke Bontang, Kalimantan Timur, untuk penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama sepekan.
Kedatangan tujuh kolonel ini memiliki misi untuk memitigasi serta melakukan pencegahan agar Karhutla tidak meluas. Terlebih, Bontang sebagai wilayah Objek Vital Nasional yang perlu dijaga keamanannya dari bencana.
Rombongan itu dipimpin langsung Kolonel Infanteri Toni Sri Hartanto. Kemudian anggota penyuluh Sesko TNI lainnya di antaranya Kolonel Infanteri Muhammad Erfani, Kolonel Marinir Faric, Kolonel Kal Edwin Hutabarat, Kolonel Laut (H) Imam Soedjono, Kolonel Kum I Ketut Marsa, dan Kolonel Laut Rizaldi.
Dalam wawancara bersama awak media, Kolonel Infanteri Toni mengatakan, tim diterjunkan khusus untuk membentuk dan melatih Satgas Karhutla Kota Bontang.
Menurutnya, Karhutla merupakan ancaman serius terhadap keselamatan jiwa, kelestarian ekosistem, dan stabilitas ekonomi.
Ia mengingatkan pentingnya memahami segitiga api yang terdiri dari bahan bakar, sumber panas, dan oksigen, sekaligus menekankan bahwa faktor manusia masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran.
"Kami hadir untuk memastikan kondisi keamanan Bontang dari ancaman Karhutla bisa diminimalisir. Potensi pencegahan juga kami lakukan," ucap Kolonel Infanteri Toni Sri Hartanto.
Tim Satgas Karhutla Bontang juga telah meresmikan posko terpadu di Bontang Lestari. Setidaknya, posko itu diisi sekitar 72 personel setiap hari yang terbagi dalam tiga shift.
Diketahui, kekuatan tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, hingga relawan dan perusahaan yang ada di Bontang.
"Ancaman Karhutla tidak bisa dianggap remeh. Kita harus perkuat pencegahannya," sambungnya.
Dari catatan Klik Kaltim, hingga pertengahan Agustus kemarin setidaknya sudah 25 hektare lahan terbakar di 26 titik kejadian Karhutla.
Luasan ini setara dengan 35 kali lapangan sepak bola. Masih dalam data yang diterima Klik Kaltim, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) paling banyak terjadi di Kecamatan Bontang Selatan dengan total 13 kasus dan luasan lahan mencapai 13 hektare.
Disusul Kecamatan Bontang Barat dengan luasan lahan terbakar 6 hektare dalam 9 kejadian. Kemudian Kecamatan Bontang Utara dengan total 4 kejadian dan luasan lahan mencapai 4 hektare.
Jumlah ini tercatat lebih banyak dibandingkan 2025 lalu yang hanya terdapat 8 kejadian, dengan luasan lahan yang terbakar tidak sampai 10 hektare.
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni meminta Satgas untuk melakukan investigasi khusus guna mencari pelaku pembakaran liar yang menyebabkan Karhutla. Pelaku diminta untuk dihukum sesuai aturan yang berlaku.
Keberadaan para perwira menengah TNI ini juga diapresiasi Pemkot karena dapat memberikan pembelajaran kepada tim, baik dari sisi pencegahan, penanganan, maupun pengawasan.
"Saya minta tim penegak hukum untuk melakukan investigasi. Mencegah Karhutla sama saja menjaga daerah untuk masa depan anak dan cucu," ucap Neni.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: