•   27 February 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Lewat Safetyval 2026, Pupuk Kaltim Dorong K3 Lebih Partisipatif dan Kolaboratif

Bontang - Redaksi
27 Februari 2026
 
Lewat Safetyval 2026, Pupuk Kaltim Dorong K3 Lebih Partisipatif dan Kolaboratif Lewat Safetyval 2026, Pupuk Kaltim Dorong K3 Lebih Partisipatif dan Kolaboratif.

Bontang - Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N), dikemas secara apik oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui Safetyval 2026, yang digelar pada 12 - 15 Februari 2026. Kegiatan ini diisi serangkaian agenda yang melibatkan karyawan dan keluarga besar Perusahaan, hingga masyarakat dan stakeholder terkait.

Mengusung tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal dan Kolaboratif”, Pupuk Kaltim menerjemahkannya dalam tema internal “Safe in Every Step”, sebagai penegasan keselamatan bukan sekadar program periodik, melainkan nilai inti dan budaya kerja yang senantiasa hidup di tiap aktivitas bisnis perusahaan.

Ketua BK3N Pupuk Kaltim 2026, Zainal Arifin, mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini dirancang untuk memperkuat pemahaman bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, mengingat pengelolaan K3 tidak dapat dilakukan secara parsial, tapi harus terintegrasi, sistematis, dan melibatkan seluruh elemen Perusahaan.

“Kami di Pupuk Kaltim, menerjemahkan tema nasional BK3N tahun dalam semangat Safe in Every Step. Artinya keselamatan harus menjadi pertimbangan utama di tiap langkah kerja. Tidak boleh ada ruang kompromi terhadap keselamatan, baik dalam skala besar maupun kecil,” ujar Zainal, belum lama ini.

Rangkaian Safetyval 2026 diawali Seminar Kesehatan bertajuk “Start With Snack Exercise: Small Step, Strong Finish”. Konsep snack exercise diperkenalkan sebagai gerakan ringan atau peregangan sederhana yang dapat dilakukan di sela aktivitas kerja, tanpa harus menunggu waktu khusus untuk olahraga berat.

Selanjutnya, komitmen terhadap keselamatan juga diperluas ke ranah publik melalui Safe Driving Awareness for Community, yang menyasar masyarakat Bontang. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran berlalu lintas, sebagai bagian dari budaya keselamatan yang lebih luas.

Pada kegiatan tersebut, peserta diberikan edukasi mengenai potensi risiko kecelakaan, pentingnya penggunaan helm dan sabuk pengaman, serta disiplin dalam mematuhi rambu lalu lintas. Edukasi ini sejalan dengan prinsip K3 yang tidak hanya berlaku di area operasional perusahaan, tetapi juga kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Pupuk Kaltim juga menggelar Sosialisasi P2HIV/AIDS-TB serta Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan NAPZA yang menyasar masyarakat dan pelajar Kota Bontang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan sadar risiko.

“Kami percaya, ekosistem K3 yang kuat tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus didukung lingkungan sosial yang sehat. Pencegahan HIV/AIDS, TB, dan penyalahgunaan NAPZA merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas sumber daya manusia,” ungkap Zainal.

Dalam rangka memperkuat transparansi dan komunikasi publik, perusahaan juga menyelenggarakan Sosialisasi Dampak Industri bagi masyarakat Bontang. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai proses operasional industri pupuk, potensi risiko yang mungkin timbul, serta sistem pengendalian yang telah diterapkan perusahaan untuk memastikan keselamatan dan perlindungan lingkungan.

"Langkah ini menunjukkan pendekatan kolaboratif yang selaras dengan tema nasional BK3N, di mana perusahaan dan masyarakat menjadi mitra dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan," lanjut Zainal.

Sementara di lingkup internal, BK3N tahun ini juga menyasar peningkatan kompetensi teknis karyawan melalui Fire and Rescue Competition (FRC) antar Kompartemen, dengan ajang simulasi kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat kebakaran dan operasi penyelamatan.

Tim dari 14 kompartemen diuji melalui serangkaian rintangan yang dirancang menyerupai kondisi lapangan. Kecepatan, ketepatan, koordinasi, serta kepemimpinan menjadi aspek yang dinilai dalam kompetisi tersebut.

Selain kompetisi teknis, literasi keselamatan juga diperkuat melalui Safety Quiz antar Kompartemen. Kegiatan ini dikemas dalam format game edukasi interaktif untuk menguji sekaligus memperdalam pemahaman karyawan mengenai berbagai aspek K3, termasuk identifikasi bahaya, penilaian risiko, prosedur kerja aman, dan tanggap darurat.

"Puncak Safetyval 2026 ditandai dengan Run to Sustain sejauh 5 Km, yang menjadi simbol komitmen keberlanjutan. Kegiatan ini tidak hanya menekankan pentingnya kebugaran fisik sebagai bagian dari K3, tapi juga refleksi bahwa budaya keselamatan memerlukan konsistensi dan daya tahan jangka panjang,” terang Zainal.

Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F Purwanto, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan BK3N 2026 mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengedepankan K3 di setiap aspek operasional. Mengingat tantangan industri yang semakin kompleks, menuntut perusahaan untuk terus memperkuat sistem manajemen K3 berbasis risiko, meningkatkan kompetensi SDM, serta mendorong partisipasi aktif seluruh pekerja.

“Bagi Pupuk Kaltim, K3 adalah landasan utama dalam operasional Perusahaan. Tidak ada target produksi yang lebih penting daripada keselamatan manusia. Makanya prinsip keselamatan harus terintegrasi dalam setiap proses bisnis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan perbaikan berkelanjutan,” tegas F Purwanto.

Dijelaskan Purwanto, Safetyval pada BK3N tahun ini menjadi penegasan Pupuk Kaltim bahwa BK3N bukan sekadar agenda tahunan, tapi telah menjadi cara hidup, budaya kerja dan inti operasional Perusahaan. Makanya rangkaian kegiatan menyentuh aspek promotif, preventif, teknis hingga partisipatif, mengingat keberhasilan membangun ekosistem K3 tidak hanya diukur dari nihilnya kecelakaan kerja, tapi juga konsistensi perilaku aman dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.

"Untuk itu, semangat yang terbangun selama Safetyval 2026, diharap menjadi energi kolektif dalam menjaga implementasi K3 secara berkelanjutan di lingkungan Pupuk Kaltim," tutup Purwanto.(*)






TINGGALKAN KOMENTAR