•   04 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Langka Sejak Januari, Dokter Spesialis Paru : Masker Hanya untuk Pasien Terjangkit

Bontang - Rahmat Shadr
04 Maret 2020
 
Langka Sejak Januari, Dokter Spesialis Paru : Masker Hanya untuk Pasien Terjangkit Masker hilang di pasaran

KLIKKALTIM.com -- Wacana kelangkaan masker menjadi salah satu isu yang menyebar luas di masyarakat sejak merebaknya penyakit yang berasal dari virus Corona. terlebih lagi dengan penyebarannya telah masuk ke Indonesia dengan ditemukannya kasus di Kota Depok.

Tak ayal, beberapa apotek di Kota Bontang mengalami kelangkaan masker. Salah satunya di apotek yang cukup terkenal yakni apotek Kimia Farma. Dalam penelusuran KlikBontang di sejumlah apotek toko obat-obatan tersebut memasang pengumuman tentang telah habis persediaan masker. Hal itu dibenarkan Idzun Riadiani Kristi, selaku Pharmacy Manager di kimia farma.

Ia mengaku sejak Januari 2020 kimia farma telah mengalami kekosongan masker. Hal itu karena dari distributor sendiripun tidak mendapatkan pasokan masker. "Bukan hanya bulan ini, tapi sejak Januari memang sudah kosong," ujarnya saat ditemui di apotek Kimia Farma, Jalan, Jenderal Achmad Yani, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (4/3/2020).

Idzun menambahkan, harga masker yang ia jual di apotek sekitar 35.000 sampai 40.000. Harga ini diberikan sesuai dengan patokan dari harga yang disampaikan oleh distributor. Lebih jauh ia mengatakan, sebelum terjadi kelangkaan di Kimia Farma, sekitar lima orang telah memesan masker. Masing-masing memesan sekitar 1000 box dan 300 box.

"Tapi kita tak bisa penuhi permintaannya, kita antisipasi. Tidak bisa memberikan ke sembarang orang," ucapnya

Selain itu, di apotek Karunia Dua dan Karunia Tiga Bontang juga mengalami kelangkaan masker. Hal ini dibenarkan apoteker Suci Handayani. "Untuk saat ini, semenjak isu dua orang positif Corona di Indonesia, masker menjadi langka Itu mulai dari dua hari yang lalu," kata Suci. Pasalnya masyarakat berbondong-bondong mendatangi apotek untuk membeli masker.

Suci menuturkan, saat ini dirinya belum bisa memastikan kapan pasokan masker akan datang. "Saya sudah cari dimana-mana, justru orang Samarinda minta kepada kami," ungkap Suci

Sementara itu saat konferensi pers, dokter spesialis paru, Dian Ariani Tarigan menilai fenomena masker yang terjadi dimasyarakat disebabkan masih kurangnya sosialisasi. Sehingga, masih banyak masyarakat yang belum mengerti bahwa masker itu digunakan untuk orang yang sakit atau sehat.

Lebih jauh, ia mengatakan, sosialisasi diperlukan untuk memberikan informasi bahwa yang menggunakan masker hanya untuk orang yang lagi sakit. "Masker bukanlah pencegahan nomor satu untuk virus Corona, tapi yang penting ialah pola hidup sehat," tuturnya.




TINGGALKAN KOMENTAR