Komisi III DPRD Bontang Apresiasi Kinerja Seluruh Pihak Soal Kecelakaan di Simpang S Parman
Komisi III DPRD Bontang Apresiasi pemerintah lantaran dinilai cepat dalam menangani soal kecelakaan di simpang s Parman. (Foto: Sadam Humas Dewan).
KLIKBONTANG.com -- Kecelakaan di traffic light simpang Letjen S Parman beberapa waktu memang meninggalkan duka. Semua ikut terpukul dan bersedih kepada korban dan keluarga korban meninggal.
Namun dibalik semua itu, apresiasi harus diacungkan kepada beberapa pihak. Sebab usai musibah itu, pihak-pihak ini bergerak cepat, menangani korban, dan memastikan agar lokasi kecelakaan tidak memakan korban lagi di masa mendatang.
Adalah Pemkot Bontang, Dishub, Laka Lantas Polres Bontang, dan RSUD Taman Husada patut diberi apresiasi. Pasalnya mereka kompak bergerak cepat usai kejadian nahas itu terjadi.
Seluruh korban segera mendapat perawatan intensif. Meski sayangnya beberapa tidak mampu diselamatkan. Dishub yang berada di garda terdepan Forum LLAJ Kota memepercepat pertemuan. Dari sana, disepakati bahwa simpang Letjen S Parman ditutup sementara. Lantas proyeksi permanen pun telah digodok. Diantaranya membuka jalan memutar yang lebih lega di dekat tugu selamat datang.
Setidaknya itu yang dilihat oleh Komisi III DPRD Bontang. Sebabnya dalam rapat kerja membahas kejadian nahas di depan RSUD Taman Husada itu, anggota Komisi III tanpa ragu dan kompak memberikan apresiasi. Lantaran mereka dinilai cepat dan responsif dalam mengambil tindakan paska kecelakaan.
"Kami melihat semua bergerak cepat. Setelah kecelakaan tindakan segera diambil, kami (Komisi III) sangat apresiasi," ujar Wali Ketua Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik disela-sela rapat.
Hal senada diutarakan anggota Komisi III Faisal. Berkaca dengan yang sudah-sudah, ini bukan kali perdana simpang S Parman memakan korban jiwa. Maka penutupan jalan itu sudah sepatutnya dilakukan.
"Saya kira pemerintah cepat sekali bergerak. Saya dengar beberapa hari setelah kejadian (Kecelakaan) langsung koordinasi dengan Wali Kota. Sekarang pun jalan uda ditutup," ujar Faisal.
Ditambahkan Faisal, opsi sementara dengan memblokade simpang S Parman dengan water barrier dan mengarahkan pengguna jalan dari Soekarno-Hatta (Bontang Lestari) menuju tugu selamat datang bila menuju pusat Kota Bontang memang menuai pro dan kontra. Utamanya soal jauhnya jarak memutar yang disediakan. Namun dia menilai ini lebih baik, guna mengurangi potensi kecelakaan di masa mendatang. Seraya solusi terbaik dimatangkan.
"Adalah masyarakat yang bilang kapsulan itu jauh. Tapi tidak masalah karena ini kan demi kebaikan bersama," tegasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: