•   04 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Kapolres Bontang Sidak Masker di Bontang, Berikut Hasilnya

Bontang - Fitri Wahyuningsih
06 Maret 2020
 
Kapolres Bontang Sidak Masker di Bontang, Berikut Hasilnya Kapolres Bontang, AKBP Boyke Karel Wattimena menggelar konferensi pers usai sidak ke apotek untuk memeriksa kesediaan masker. (FOTO: Fit Wahyuningsih/KlikBontang).

KLIKBONTANG.com -- Kapolres Bontang, AKBP Boyke Karel Wattimena dan jajarannya menggelar inspeksi mendadak ke sejumlah apotek di Kota Bontang, Jumat (6/3/2020) siang. Inspeksi ini merespon isu soal harga masker yang meroket dan kosong di pasaran lantaran virus korona sedang menyita perhatian publik.

Sebelum inspeksi dilakukan. Apel persiapan digelar di Makopolres Bontang. Kapolres Boyke memaparkan tujuan kegiatan ini, dan membagi anggotanya ke beberapa tim agar inspeksi lebih efisien.

Tim dibagi 3, menyesuaikan jumlah kecamatan di Bontang: Selatan, Utara, Barat. Tim yang Kapolres Boyke menyusuri Bontang Utara.

Tim Utara menyusuri setidaknya tiga apotek. Di apotek pertama yang terletak di Jalan Jend Ahmad Yani, Kapolres Boyke berbincang santai dengan staf di apotek sembari menunjukkan surat tugas atas inspeksi kali ini.

Banyak hal ditanyakan Kapolres Boyke. Seperti kesediaan masker, harga terkini, seberapa besar kebutuhan warga, dan asal masker yang diperdagangkan apotek.

Staf apotek menjelaskan bahwa stok masker mulai langkah sejak akhir Januari 2020 lalu. Awalnya pihaknya rutin memesan masker melalui distributor di Balikpapan. Namun karena langka, akibat merebaknya virus korona di Indonesia, stok distributor selalu kosong. Walhasil apotek membeli masker melalui toko daring (Online) namun dengan jumlah terbatas pun harganya meroket.

"Harga jual kami berdasarkan harga beli. Terakhir kami jual Rp 6 ribu per biji," beber staf apotek.

Selain itu, jajaran Polres Bontang juga melakuka penggeledahan di ruang penyimpanan apotek. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa penimbunan masker tidak dilakukan.

Seluruh tim kembali ke Makopolres Bontang sekira pukul 16.10 Wita. Sekitar 20 menit berselang, rilis hasil inspeksi dilakukan.

Dibeberkan Kapolres Boyke, terdapat 18 apotek yang berhasil pihaknya periksa. Sejatinya stok masker di Bontang masih ada namun jumlahnya terbatas.

Sebelum isu virus korona merebak, harga jual masker berada di angka Rp 1.500-Rp 3.000 per biji. Namun kini harganya meroket jadi Rp Rp 6
, harga jual masker sebelum harganya meroket berada di angka Rp 1.500-Rp3.000 per biji. Namun kini, dicer Rp 6.000 per biji.

"Sebenarnya stok masih ada, tapi terbatas," beber Kapolres Boyke.

Dari hasil inspeksi, pihaknya tidak menemukan ada satupun apotek yang melakukan penimbunan masker. Pihaknya kemudian menyimpulkan, masker mahal dan sukar ditemukan murni karena kebutuhan warga akan masker lebih tinggi dari persediaan.

"Yah, ekonomi pasar disini bermain. Barangnya tidak banyak, tapi kebutuhan tinggi," beber Kapolres Boyke.

Diakhir prescon, Kapolres Boyke berpesan agar masyarakat tidak terlalu risau amat soal virus korona. Meski tidak memakai masker, selama masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) maka kemungkinan terpapar virus yang konon berasal dari Kota Yunan itu amat kecil.

"Intinya kita jangan panik. Menerapkan perilaku hidup sehat dan menjaga kondisi tubuh tetap fit agaknya menjadi cara terbaik menangkal virus korona," pungkasnya.




TINGGALKAN KOMENTAR