•   05 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Kabar Terbaru Alesco, Perusahaan Sudah Kantongi 2 Izin Target Rampung Tahun Ini

Bontang -
16 Maret 2021
 
Kabar Terbaru Alesco, Perusahaan Sudah Kantongi 2 Izin Target Rampung Tahun Ini Site plant PT Alesco/Ist

KLIKKALTIM.COM - Progres pembangunan iso tank PT Alesco Putera Infanteri Energi masih dalam tahap pengurusan perizinan.

Dari 6 perizinan yang harus diurus, investor PT Alesco sudah mengantongi 2 izin yaitu, izin prinsip (tata ruang) dan izin site plant.

"Izin prinsip sudah dikeluarkan DPM-PTSP, kalau site plant sudah di tanda tangani sama PUPR, jadi berkas fisiknya baru 2 yang sudah rampung dan kami pegang," ujar Kasi pelayanan perizinan dan non perizinan pembangunan, Dinas Penanaman Modal - PTSP, Idrus saat ditemui wartawan.

Sementara itu, 2 perizinan meliputi, izin Analisis Dampak Lalulintas (Andalalin) dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) masih dalam proses sidang.

Sedangkan, 2 izin lainnya masih dalam tahap pengurusan berkas. Terdiri dari izin lokasi dan izin IMB.

"Izin Amdal sudah sidang dua kali tapi masih ada perbaikan dan izin Andalalin baru sekali, jadi belum selesai," ujarnya kembali, Rabu (17/3/21).

Klik Juga : Basri Pastikan Permudah Izin Pabrik Iso Tank LNG milik Alesco di Bontang Lestari

Klik Juga : Siapkan Berkas ! Alesco Bangun Pabrik Iso Tank di Bontang Serap 1.500 Pekerja

Idrus mengatakan, perusahaan multi nasional ini menargetkan perizinan berkas bakal selesai di tahun 2021.

Pun rencananya lokasi proyek akan berdiri di Pangung, Kelurahan Bontang Lestari di atas lahan 19 hektar dan bakal dibangun di tahun 2022.

"Tahun ini target perizinan selesai dan tahun 2022 pembangunan di mulai," ungkapnya.

Adapun rencana pekerjaan bakal memakan waktu sekitar 1,5 sampai 2 tahun dan membutuhkan tenaga kerja sekitar 1.500 orang.

Kemudian tahun 2023 diprediksi pabrik pengemasan gas LNG ini mulai beroperasi. Dan bakal mempekerjakan 400 tenaga kerja.

Idrus menambahkan progres pembangunan iso tank ini cukup memakan waktu lama, lantaran terkendala ketersediaan lahan dan perizinan.

Akibatnya, proyek ini sempat terkatung-katung dan investor nyaris menarik diri.

"Kan sebenarnya yang dibutuhkan 30 hektar tapi yang ada hanya 19 hektar, ditambah perizinan itukan nggak mudah," bebernya kembali.






TINGGALKAN KOMENTAR