Ironi 3 Kampung Pesisir di Bontang, 20 Tahun Krisis Air Bersih
Potret Kampung Selangan berdiri di atas air di wilayah Kecamatan Bontang Selatan/timesindonesia
KLIKKALTIM.COM - Tiga daerah di pesisir Kecamatan Bontang Selatan, Kalimantan Timur sampai saat ini masih kesulitan mendapatkan air bersih.
Padahal fenomena ini sudah berjalan selama 20 tahun.
Lurah Bontang Lestari Usman mengatakan, ketiga wilayah itu meliputi Kampung Loktunggul RT 15, Tihi-Tihi RT 16, dan Selangan RT 17 dengan total sekitar 263 Kepala Keluarga (KK).
"Sampai sekarang masih sulit air bersih, karena tidak ada pipanisasi di sana, mereka sudah 20 tahun hidup dengan keterbatasan air bersih." ujar Usman kepada Klikkaltim.com saat diwawancara via telepon, Senin (29/3/21).
Hal dibenarkan Indra, salah satu warga Kampung Tihi-Tihi. Selama ini dirinya dan warga lain hanya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sementara untuk kebutuhan memasak, warga harus membeli air bersih dari daratan Tanjung Laut.
“Kalau beli air kami harus pakai kapal ke Tanjug Laut, perjalanan kurang lebih 30 menit,” katanya.
Setiap hari Indra harus mengeluarkan kurang lebih Rp 50 ribu untuk membeli 10-15 jerigen berisi 20 liter air bersih, jumlah itu sudah termasuk biaya transportasi.
"Lebih mahal ongkos transportasi ketimbang harga air," bebernya.
Wacana pipanisasi hingga saat ini pun urung terealisasi dan masih menunggu kepastian.
Itu sebabnya dia beranggapan pemerintah tidak serius menangani masalah tersebut.
"Sudah sering disurvei, dari dulu sampai sekarang realisasinya nol," tandas Indra.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: