Ini Tanggapan Presiden Mahasiswa Tentang Kasus Kecelakaan Simpang Tiga Bhayangkara
Yusril, Presiden Mahasiswa STTIB Kota Bontang.
KLIKKALTIM.com -- Presiden Mahasiswa (Presma) Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang (STTIB) menyoroti kasus kecelakaan yang merenggut nyawa, di Simpang Tiga Bhayangkara Kota Bontang.
Menurut Presiden Presma, Yusril, hal tersebut terjadi karena kurangnya pengawasan dari pihak Sat Lantas dan Dishub itu sendiri.
Yusril menambahkan, kejadian naas yang telah menelan korba jiwa tersebut perlu ditindaklanjuti. Ia juga menekankan pentingnya melakukan pengawasan yang ketat agar tidak terulang untuk kedua kalinya.
"Harusnya, peraturan yang telah diterbitkan Perda diperketat kembali," ujarnya, saat ditemu KlikBontang, Senin (10/2/2020).
Dia menegaskan, perlunya pengusutan tuntas kasus yang telah menelan korban jiwa, jangan sampai ini, hanya fenomena yang tidak ditindaklanjuti, tanpa kepastian.
"Perlunya, ada kepastian hukum, dan yang bersangkutan, harus bertanggung jawab" ucap Presiden Mahasiswa itu.
Yusril merespon pernyataan salah satu anggota DPRD Bontang, Amir Tosina yang dalam waktu dekat, berencana memanggil Dishub, untuk dimintai keterangan.
"Tentunya, mereka harus didudukan bersama, bagaimana jalan keluar mengenai masalah tersebut, agar tidak terulang untuk kedua kalinya" ucap Yusril.
Yusril, menegaskan bahwa, rencana pertemuan tersebut, harus dikawal, jangan sampai hanya sebagai wacana, tidak ada penegakan terhadap masalah tersebut.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: