Hasil Sidak Polres Bontang, Masker Langka Sejak Akhir Januari, Harga Melambung Dua Kali Lipat
Kapolres Bontang, AKBP Boyke Karel Wattimena kala menggelar sidak ke apotek untuk mengecek kedediaan masker.
KLIKBONTANG.com -- Jajaran Polres Bontang menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di 16 apotek dalam rangka mengecek stok masker di Bontang, Jumat (6/3/2020) siang. Hasilnya, masker mulai langkah di Bontang sejak akhir Januari 2020, dan harganya melambung hingga dua kali lipat.
Hal ini dikatakan Kapolres Bontang, AKBP Boyke Karel Wattimena kala pihaknya menggelar konferensi pers di Makopolres Bontang sesaat usai sidak rampung digelar.
Kapolres Boyke menjelaskan, secara umum stok masker di Bontang sejatinya masih ada, kendati jumlahnya terbatas. Ini terjadi karena apotek tak lagi memperoleh masker dari distributor langganan, namun dari toko daring (Online).
"Distributor uda enggak jual, jadi beli online. Tapi jumlahnya enggak banyak, harga juga naik," beber Kapolres Boyke.
Normalnya harga jual masker berada di angka Rp 1.500-Rp 3.000 per biji. Sementara per boks yang berisi 50 biji masker dibanderol Rp 35-Rp 50 ribu.
Namun, usai isu virus korona menggemparkan Indonesia, stoknya terbatas dan sulit ditemukan. Pun, harganya ikut meroket.
Dari penuturan staf apotek yang masih menyediakan masker, kini mereka membanderol masker per biji Rp 6.000, naik dua kali lipat dari harga normal.
"Harganya naik karena menurut staf apotek, harga jual tergantung barga beli," beber Kapolres Boyke.
Untuk memastikan agar distribusi masker kepada masyarakat tidak berantakan, beberapa apotek menerapkan minimal pembelian masker. Apotek hanya melayani penjualan masker bijian, dan maksimal hanya membeli satu boks (Isi 50 masker).
"Jadi sekarang pembelian masker dibatasi. Maksimal satu boks saja," kata Kapolres Boyke.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: