•   13 June 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Harusnya Rp 21 Ribu; Kecurangan di Pengecer Bikin Gas Melon Tembus Rp 30 Ribu di Bontang

Bontang - M Rifki
12 Juni 2026
 
Harusnya Rp 21 Ribu; Kecurangan di Pengecer Bikin Gas Melon Tembus Rp 30 Ribu di Bontang Tim monitoring harga dari Pemkot Bontang saat menggelar sidak di Jalan HM Ardans, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (11/6/2026).

BONTANG- Tim monitoring Pemkot Bontang menemukan praktik dugaan kecurangan di pangkalan gas elpiji 3 kilogram yang berimbas dengan harga gas melon mahal di pasaran.

Di dalam sidak yang digelar, Kamis (11/6/2026) kemarin, tim mendapati pangkalan lebih banyak menjual tabung gas ke pengecer. Sedangkan, kuota yang dijual ke masyarakat jauh lebih sedikit.

Imbasnya, rantai distribusi yang makin panjang menyebabkan harga beli lebih mahal. Seharusnya, harga jual gas hanya Rp 21 ribu namun kondisi di lapangan harganya melambung mencapai Rp 30 ribu. 

Kepala Diskop-UKMPP Eko Arisandi mengatakan, temuan ini sekaligus menjawab alasan mengapa harga gas melon mahal di tingkat konsumen. 

Eko melanjutkan, alasan pengecer menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) karena harga beli dari pangkalan sudah Rp 24 ribu. 

Tak hanya itu saja, pelanggaran juga ditemukan yakni pangkalan  tidak mengupdate Merchant Apps Pertamina (MAP) secara real time. Padahal, aplikasi ini bertujuan agar informasi masyarakat keberadaan tabung subsidi di pangkalan.

"Ini yang salah, karena kuota dari pangkalan lebih banyak dijual ke pengecer ketimbang ke konsumen langsung. Alasannya karena dia membeli dengan harga tinggi," ucap Eko. 

Di akhir, Eko menambahkan kondisi ini juga telah diketahui oleh Pertamina Gas (Pertagas). Mereka sebagai otoritas distrubusi gas subsidi akan memberikan sanksi, bisa berupa pencabutan izin atau larangan menjual gas 3 kg. 

"Sifatnya Pemkot ini hanya memonitor kalau ada temuan pelanggaran. Nanti sanksinya di Pertamina," tuturnya.






TINGGALKAN KOMENTAR