•   24 September 2021 -

Hanya Pelajaran Matematika dan IPA yang Digelar Tatap Muka

Bontang - Asriani
14 September 2021
Hanya Pelajaran Matematika dan IPA yang Digelar Tatap Muka Murid kelas I SDIT Cahaya Fikri mengikuti kegiatan belajar tatap muka, Selasa (14/9/2021)/Asriani - Klik Bontang.

KLIKBONTANG.COM - SDIT Cahaya Fikri, Bontang Selatan mulai terapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas hari ini, Selasa (14/9/2021).

Berdasarkan pantauan Klik Bontang di lokasi, para pelajar mengenakan pakaian seragam sekolah islam oranye kotak-kotak kecil.

Satu persatu diperiksa suhu tubuh dengan Thermo gun oleh guru sekolah SDIT Cahaya Fikri.

Setelah dipastikan suhu tubuh pelajar di bawah 36 derajat celsius, mereka diperkenankan masuk ke ruangan.

Di dalam ruangan tempat duduk diberikan jarak. Pun siswa yang mengisi kurang dari 10 orang.

Kepala Sekolah SDIT Cahaya Fikri, Nina Risdiana mengatakan, pihaknya membagi dua grup rombongan belajar dalam 2 sesi. 

Kelas 1, 2, & 3 dijadwalkan masuk sekolah pada Senin dan Selasa. Sedangkan kakak kelas mereka, kelas 4, 5, & 6 masuk di hari Rabu dan Kamis. 

"Per kelas maksimal diisi 15 orang," ungkapnya saat dijumpai di ruangannya. 

Sementara, untuk hari Jumat, guru membuat video pembelajaran untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ)

"Jadi yang tidak daring pelajaran yang sulit dan butuh penjelasan ekstra, seperti Matematika," ujarnya.

Nina menyampaikan, sekolah juga telah mempersiapkan antisipasi terjadinya klaster Covid-19 di sekolah. Seperti sosialisasi kepada orang tua murid. 

Sekolah telah memberikan form kepada orang tua untuk diisi, dan itu diisi setiap hari sebelum berangkat ke sekolah.

"Jadi ada formnya berisi pertanyaan, apakah ada kontak erat atau gejala batuk, demam, sesak nafas," ungkapnya.

Apabila mengisi form ada gejala yang merujuk Covid-19 disarankan mengikuti belajar secara daring.

Selain itu, orang tua telah disampaikan, bahwa sebelum masuk ke ruangan kelas, ada tahap skrining atau pemeriksaan siswa.

Satgas di depan memeriksa kelengkapan siswa, seperti masker, face shield, hand sanitizer, dan tisu. Apabila kelengkapan tidak di bawa maka siswa ditahan sembari orang tua melengkapi perlengkapannya.

"Kalau tidak bawa ditahan dulu, orang tuanya disuruh untuk melengkapi dulu," terangnya.




TINGGALKAN KOMENTAR