Disdikbud Mengaku Kewalahan Bina Oknum Guru yang Pukul Murid; Bakal Dimutasi

BONTANG- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mengaku acap kali menegur oknum guru yang melakukan kekerasan kepada muridnya di SDN Bontang Selatan.
Kepada Klik Kaltim, Plt Kepala Disdikbud Bontang Saparuddin mengatakan teguran bahkan sudah sering kali dilayangkan. Faktanya justru oknum guru itu tetap tidak berubah.
Saat ini Disdikbud tengah mempersiapkan proses pemindahan guru itu. Agar tidak ada lagi kasus serupa terjadi di lingkungan sekolah.
"Susah mas itu oknum guru sudah sering ditegur. Tapi tidak berubah. Sekarang kami persiapkan untuk mutasi," ucap Saparuddin.
Lebih lanjut agar masalah ini tidak berlarut. Sang murid yang menjadi korban itu akan dipindahkan. Dipastikan sang anak tetap mendapatkan haknya untik mendapatkan pelajaran.
"Dipindah anaknya kalau tunggu mutasi guru kan lama ada prosesnya," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Insiden dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Bontang Selatan.
Orang tua murid mengatakan insiden ini terjadi pada Kamis (21/8) lalu sekitar pukul 10.00 Wita. Dimana dirinya hendak menjemput sang anak ke sekolah.
Saat menunggu dia mendapatkan informasi sang anak menangis didepan gerbang sekolah. Dia langsung bergegas mendatangi sang anak.
Usai ditanya rupanya sang anak mengaku dia habis dipukul oleh wali kelas kelas. Sang ibu naik darah dan ingin mendatangi guru tersebut.
Tidak berselang lama oknum guru itu justru datang dengan rasa tidak bersalah. Dia langsung membentak dan memarahi wali murid itu. Dengan alasan namanya merasa dicemarkan.
Akibat insiden itu mental sang anak pun terganggu. Bahkan sang anak takut bertemu dengan sang guru tersebut.
Disana bahkan sang anak dipaksa untuk membuka baju oleh guru itu melihat ada bekas luka pukul atau tidak. Tindakan itu pun dianggap berlebihan.
"Sebenarnya saya cuman mau bertanya ke ibu itu apa masalahnya. Dia justru langsung membentak. Sang anak ini menangis kencang katanya habis dipukul oleh guru," ucap sang ibu korban.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: