•   07 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Defisit Rp 150 Miliar; Pemkot Bontang 'Tarik Rem' Belanja, Ini Daftar Proyek yang Ditunda

Bontang - M Rifki
07 April 2026
 
Defisit Rp 150 Miliar; Pemkot Bontang 'Tarik Rem' Belanja, Ini Daftar Proyek yang Ditunda Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam bersama rekannya Heri Keswanto saat menyimak penyampaian keuangan daerah di pendopo Rujab Wali Kota. (M Rifki - Klik Kaltim)

BONTANG- Asumsi pendapatan daerah Bontang meleset dari target. Hasilnya, tercatat ada defisit anggaran sebesar Rp 150 miliar. 

Dengan kondisi itu pemerintah mengocok ulang sejumlah belanja daerah di tahun anggaran 2026 ini. Kebijakan ini untuk menambal kekurangan uang yang diterima dari dana transfer pusat. 

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menjelaskan, kondisi keuangan daerah memaksa dirinya untuk menunda sejumlah belanja daerah. Salah satunya, proyek pembangunan waduk Kanaan dengan skema tahun jamak. 

Pernyataan ini disampaikan Neni saat sambutan Musyawarah Perencanan Pembangunan (Musrenbang) 2027 pada Selasa (7/4/2026). 

"Berat sebenarnya. Ini lagi dilakukan pembintangan program untuk nilai Rp150 miliar karena defisit," ucap Neni. 

Dikonfirmasi terpisah Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengaku angka Rp150 miliar dari asumsi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SilPA) yang meleset dari target. Begitu pun hingga hari ini belum ada kepastian penyaluran dana transfer pusat triwulan kedua. 

Pemerintah dan DPRD, lanjut Andi Fais, mengaku harus evaluasi kembali daftar belanja di tengah kondisi saat ini. 

Pemkot Bontang juga tidak ingin berhutang kepada kontraktor saat memaksakan proyek berjalan. Selain MYC yang dibatalkan kegiatan lain juga berdimbas. 

Diantaranya rencana pembelian Mes di Jakarta Rp8 miliar serta mempercantik Kantor Wali Kota Bontang menggunakan Aluminium Composite Panel (ACP) Rp5 miliar juga turut ditunda. 

"Ada juga proyek Mini Soccer di Berbas Pantai bernilai Rp18 miliar," ucap Andi Faizal. 

Lebih lanjut penyesuaian anggaran harus dijalankan. Melihat asumsi APBD Bontang setelah ada dana lebih salur yang tidak dibayarkan sangat membuat Pemkot lebih mengecangkan ikat pinggang.

"Karena tidak banyak uang jadi harus di efesiensi semua. Ternyata konstrakai ini harus dialami. Terpenting pelayanan tetap berjalan," pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR