Debu Proyek Drainase di Pattimura Ganggu Warga karena Tak Pernah Disiram, PUPRK Tegur Kontraktor
Pengerjaan proyek drainase dan trotoar di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api. (Klik Kaltim)
BONTANG – Proyek pembangunan saluran drainase dan trotoar di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, menuai keluhan warga. Aktivitas pengerjaan yang telah berlangsung sekitar sebulan terakhir dinilai menimbulkan debu yang mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
Salah seorang warga, Redy, mengaku harus menyiram jalan secara mandiri setiap pagi untuk mengurangi debu yang beterbangan di depan rumahnya.
Menurutnya, kontraktor pelaksana seharusnya melakukan penyiraman jalan secara rutin, terutama saat cuaca panas, agar debu tidak semakin mengganggu aktivitas warga.
"Cuaca sudah panas, ditambah lagi debu. Kasihan kami yang tinggal di sekitar karena terkena dampaknya," ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Edy Prabowo, menegaskan kontraktor memang berkewajiban melakukan penyiraman selama proses pekerjaan berlangsung, khususnya ketika kondisi cuaca terik.
Ia mengakui munculnya debu sulit dihindari karena pekerjaan penggalian masih berjalan. Namun, menurutnya, kontraktor tetap harus meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
"Harusnya memang disiram. Nanti kami sampaikan lagi ke kontraktor," kata Edy.
Diketahui, proyek pembangunan drainase dan trotoar di Jalan Pattimura dikerjakan oleh PT Pitu Babbana Binanga asal Kabupaten Berau dengan nilai kontrak sebesar Rp15,8 miliar. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2026. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: