•   27 January 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Dana Terbatas! Program Bedah Rumah Bontang Dipangkas Jadi 10 Unit, Pakai Sistem Rangking

Bontang - M Rifki
27 Januari 2026
 
Dana Terbatas! Program Bedah Rumah Bontang Dipangkas Jadi 10 Unit, Pakai Sistem Rangking Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memasang plang program bedah rumah.

BONTANG – Alokasi anggaran program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Kota Bontang mengalami penurunan drastis pada 2026. Jika tahun sebelumnya puluhan rumah bisa diperbaiki, tahun ini hanya 10 unit yang masuk daftar penerima bantuan.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Bontang, Usman, mengatakan keterbatasan anggaran menjadi alasan utama menyusutnya jumlah penerima program bedah rumah.

“Karena anggaran terbatas, kami harus lebih selektif. Nanti rumah yang masuk akan disurvei kembali dan dirangking berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensinya,” ujar Usman.

Saat ini, Pemkot mencatat masih ada sekitar 300 rumah yang masuk kategori RTLH dengan tingkat kerusakan yang beragam. Dari jumlah tersebut, hanya 10 unit yang dapat dialokasikan untuk perbaikan tahun ini, dengan anggaran sebesar Rp50 juta per unit.

Usman mengakui, masih ada sekitar 290 rumah yang belum tertangani. Data tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, mengingat Pemprov juga memiliki program serupa meskipun dengan nilai bantuan yang berbeda.

Selain itu, Pemkot Bontang turut menggandeng pihak perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pembiayaan renovasi rumah warga kurang mampu.

“Kami sudah sampaikan daftar prioritas ke perusahaan-perusahaan agar bisa bersama-sama membantu. Harapannya bisa dikeroyok supaya lebih banyak rumah yang tertangani,” tambahnya.

Sebagai perbandingan, pada 2024 lalu Pemkot Bontang mampu membedah 59 unit rumah yang tersebar di sejumlah kelurahan setelah melalui proses seleksi.

Dengan keterbatasan anggaran tahun ini, Pemkot berharap kolaborasi dengan Pemprov dan pihak swasta dapat mempercepat penanganan ratusan RTLH yang masih tersisa.






TINGGALKAN KOMENTAR