•   05 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Dampak Virus Corona, Masker Kain Laris Manis Diborong Pembeli hingga 50-100 Lembar Setiap Harinya

Bontang - Redaksi
26 Maret 2020
 
Dampak Virus Corona, Masker Kain Laris Manis Diborong Pembeli hingga 50-100 Lembar Setiap Harinya Penjual masker kain (ist)

KLIKBONTANG.com -- Sejak diumumkannya warga yang positif virus Corona, bersamaan itupula Pemkot Bontang menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Sejak beredar keputusan tersebut masyarakat mulai waspada dengan mencari hand sanitizer dan masker wajah demi menghindar dari virus corona.

Masyarakat yang berbondong-bondong untuk membeli hand sanitizer serta nasker baik di apotek maupun di pasar. Ini tentu membuat dagangan masker dan hand sanitizer laris manis. Salah satu pedagang di Pasar Rawa Indah, yang mendapat banyak orderan permintaan pembelian dua benda itu,  Ahmad. Ahmad yang menjual masker berbahan kain mengaku dagangannya laku terjual setiap harinya.

"Lumayan lebih dari hari biasanya, kalau hari biasa yang laku hanya sepuluh saja, dibandingkan dengan kondisi saat ini setiap harinya kadang 25 sampai 30 yang laku," ujarnya. Juga sebelumnya, satu hari setelah ditetapkannya ada warga yang positif Corona itu yang laku masker hampir 100 buah.

Selain itu, terang Ahmad, masker yang ia jual tetap mengikuti harga pasar. Harga yang dipatoknya Rp10 ribu, Rp8 ribu hingga Rp13 ribu. Masker yang dijualnya terdiri dari berbagai motif. Namun penjual masker bukan hanya dirinya saja.

"Kalau sekarang, masker yang laku bisanya 50 buah, dengan bahan kain, dan harga tetap standar, kami tidak pernah menaikan harga," kata Ahmad.

Masker yang laris adalah berbahan kain untuk orang dewasa. Dengan modal Rp8 ribu ia bisa menjual satu masker seharga Rp10 ribu. Hanya dalam waktu tiga hari ia berhasil menjual sebanyak sembilan lusin. Saat ini masker tersebut telah habis ia jual, tinggal menunggu kiriman dari Samarinda lagi.


Reporter: Rahmat Shadr




TINGGALKAN KOMENTAR