Dampak Ekonomi Saat Karantina Wilayah, Ini Tanggapan Akademisi Unijaya
UKM lesu akibat Pandemi Covid-`19 (Ist)
KLIKKALTIM.com -- Isu krusial yang saat ini hangat menjadi perbincangan dalam pencegahan Covid-19 adalah mengenai diberlakukannya karantina wilayah. Dari segi ekonomi tentu berdampak pada masyarakat yang notabene mengharapkan penghasilan dari usaha penjualan barang dan jasa.
Mengenai isu tersebut, mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Trunajaya Bontang yang juga dosen Ekonomi, Yophie Turang menuturkan, secara Nasional kebijakan pemerintah memberi semacam stimulus berupa bantuan tunai langsung masih dalam wacana. Namun perlu mendapat pertimbangan k pandemi virus corona ini berdampak signifikan bagi ekonomi masyarakat.
"Salah satunya yang paing merasakan dampanyanya adalah perputaran usaha kecil dan menengah (UKM). Mereka merasakan dampaknya yang luar biasa," ujarnya pada KlikBontang, Selasa (31/3/2020).
Lebih jauh ia mengatakan bahwa dalam membangun perputaran ekonomi nantinya, dan memulihkan ekonomi masyarakat yang berdampak pada karantina wilayah ketika Covid-19 telah meredah otomatis akan pulih dengan sendirinya.
"Saya sebagai Akademisi sekali lagi, jika Covid-19 meredah dan tidak dalam kondisi darurat lagi, saya yakin pertumbuhan ekonomi yang UKM itu tanpa distimulus akan pulih," kata Yophie. Karena masyarakat pasti membutuhkan itu dan pasti dibelinya.
Untuk sekarang memang terhambat karena covid-19 karena masyarakat sendiri jaga jarak, dan pelaku usaha juga beberapa yang tutup, tuturnya.
Reporter: Rahmat Shadr
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: