Bontang Surplus Listrik, Mengapa Masih Terjadi Pemadaman Bergilir? Neni Panggil PLN Minta Penjelasan
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mempertanyakan penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi selama sepekan terakhir. Padahal, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, Kota Bontang memiliki kapasitas pasokan listrik yang melebihi kebutuhan.
Neni menyebut Bontang memiliki surplus daya listrik sekitar 2x100 megawatt, sementara kebutuhan listrik masyarakat hanya berkisar 150 megawatt.
Selain itu, Bontang juga memiliki sejumlah pembangkit listrik, di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Kadere serta Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).
"Padahal kita punya kelebihan sumber listrik. Karena itu saya ingin meminta penjelasan langsung dari PLN," ujar Neni.
Tak lama setelah menyampaikan pernyataan tersebut, Neni menerima perwakilan PLN UP3 Bontang untuk membahas penyebab gangguan kelistrikan yang mengakibatkan pemadaman bergilir.
Dari hasil pertemuan itu, Neni menjelaskan bahwa persoalan bukan terletak pada kemampuan pembangkit listrik di Bontang, melainkan gangguan pada sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan yang terhubung dengan Blok Mahakam.
Akibat gangguan tersebut, Bontang menjadi salah satu daerah yang terdampak karena sistem kelistrikannya terhubung dengan jaringan interkoneksi regional.
"Jadi yang terganggu adalah jaringan interkoneksi skala Kalimantan, bukan hanya Bontang. Informasinya gangguan ini diperkirakan berlangsung sampai Juli 2026. Sekali pemadaman bisa berlangsung sekitar tiga jam," jelasnya.
Sebelumnya, Pelaksana Harian (Plh) Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Bontang, Annisa Nabiha mengatakan pemadaman bergilir masih dilakukan akibat gangguan pada salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di sistem interkoneksi Kalimantan.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Saat ini, petugas terus berupaya mempercepat proses pemulihan agar pasokan listrik kembali normal.
Terkait penyebab utama gangguan, Annisa mengatakan pihaknya belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci karena informasi tersebut merupakan kewenangan manajemen pusat.
"Kami hanya menjadwalkan pemadaman. Untuk penyebab utamanya nanti akan diinformasikan lebih lanjut," katanya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: