•   13 March 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Berkenalan dengan 4 Warga Bontang 'Penakluk' Buaya; Solidaritas Teman Meninggal karena Diserang Predator di BSD

Bontang - M Rifki
13 Maret 2026
 
Berkenalan dengan 4 Warga Bontang 'Penakluk' Buaya; Solidaritas Teman Meninggal karena Diserang Predator di BSD Salah satu buaya yang ditangkap oleh Bambang Cs di kawasan BSD beberapa waktu lalu.

BONTANG- Perkawanan kelima warga Gunung Telihan ini layak ditiru. Solidaritas mereka tak surut kendati salah satu rekannya meninggal dunia setelah terluka parah diserang buaya, di dekat perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) beberapa waktu lalu. 

Kini, mereka sisa berempat yakni Bambang, Hariadi, Suyanto dan Ahmad Sutaji. Sedangkan, rekannya Suardi (74) meninggal dunia akibat luka serius usai diterkam sang predator penghujung tahun lalu. 

Dari kejadian itu, ke-4 rekannya menginisiasi untuk menangkap buaya yang menyerang temannya. Total sudah 3 buaya yang berhasil mereka 'jinakkan' dengan peralatan sederhana. 

Ahmad Sutaji menuturkan, timnya menangkap buaya dengan alat setrum PDC. Alat ini biasanya mereka gunakan untuk menangkap ikan di sekitar sungai sekitar. 

Kurun 3 hari terakhir mereka berhasil mengevakuasi 2 ekor buaya berukuran 2-3 meter dengan peralatan seadanya. "Pak Alm Suardi teman kami. Jadi kami 4 orang sengaja buat alat setrum untuk menjebak buaya. Biar tidak ada korban lagi," ucap Ahmad Sutaji. 

Di lapangan, lanjut Sutaji, mereka berbagi peran untuk menangkap buaya. Mula-mula mereka menjebak dengan umpan, setelah tertangkap salah satunya menyetrum buaya agar lemas. Saat itulah, buaya diikat agar tak beringas lagi.

"Buaya kita buat 'teler' dengan setrum, biar aman. Lalu ada yang ikat mulutnya," ungkap dia.

Aktivitas 'memancing' buaya ini bukan prioritas mereka, di sela-sela mencari ikan kebetulan sang predator muncul barulah ke-4nya beraksi. "Kami ini tidak juga setiap hari cari. Saat waktu senggang sambil mencari ikan aja. Eh malah dapat buaya," sambungnya. 

Dia bercerita metode menyetrum buaya hanya dipelajari secara otodidak. Dengan cara menyetrum bisa meminimalisir serangan hewan buas itu. 

"Mau kami simple saja. Jangan sampai ada lagi korban jiwa. Kejadian rekan yang jadi korban cukup membuat kami terpukul," tuturnya.






TINGGALKAN KOMENTAR