•   10 August 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Berbulan-bulan 'Dihujani' Debu; Keluhan Tak Digubris, Dewan Sidak Proyek Polder Tanjung Laut

Bontang - M Rifki
10 Agustus 2026
 
Berbulan-bulan 'Dihujani' Debu; Keluhan Tak Digubris, Dewan Sidak Proyek Polder Tanjung Laut DPRD Bontang meninjau lokasi pembangunan Polder Tanjung Laut (Klik Kaltim).

BONTANG – Aktivitas proyek pembangunan kolam polder di RT 9, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan dikeluhkan warga setempat karena menyebabkan debu. 

Debu yang berterbangan sejak 2 bulan terakhir dikeluhkan karena menggangu aktivitas warga di sana, apalagi banyak anak-anak. Sayangnya, keluhan yang disuarakan warga tak berbalas sehingga mereka mengadu ke DPRD Bontang. 

Hari ini, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam ditemani Komisi C DPRD meninjau lokasi proyek. Di sana, dewan juga minta agar kontraktor tak abai dengan keluhan debu oleh masyarakat. 

Rahman, warga setempat, mengatakan keluhan mengenai kondisi jalan tersebut sudah berulang kali disampaikan kepada kontraktor pelaksana, PT Bumi Lasinrang.

Namun, alasan kerusakan pompa mesin penyemprotan disebut selalu menjadi kendala.

"Sudah berulang kali diberikan keluhan, tapi belum ada juga. Kami minta dua kali dalam sehari disiram. Kasihan kami yang terdampak," ucap Rahman.

Menurutnya, debu yang beterbangan setiap hari bukan sekadar mengganggu kenyamanan warga. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi proyek.

Warga pun berharap kontraktor rutin melakukan penyiraman, minimal dua kali sehari, terutama ketika aktivitas proyek menyebabkan debu beterbangan ke jalan dan permukiman.

Keluhan tersebut kemudian mendapat perhatian Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam saat melakukan sidak ke lokasi pembangunan polder.

Andi Faiz meminta PT Bumi Lasinrang tidak mengabaikan dampak proyek terhadap masyarakat sekitar. Menurutnya, keberadaan proyek pembangunan pengendali banjir semestinya tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi warga.

Ia juga meminta kontraktor tidak hanya berpatokan pada Rencana Anggaran Biaya (RAB), tetapi memiliki kepedulian untuk mengatasi dampak aktivitas proyek.

"Jangan dibiarkan. Keluhan harus diakomodasi. Apalagi polder ini dibangun untuk mengurangi debit banjir lokal," tegas Andi Faiz.

Sementara itu, perwakilan PT Bumi Lasinrang, Nana, mengaku siap menindaklanjuti keluhan warga.

Ia mengatakan penyemprotan selama ini lebih difokuskan pada area pembuangan tanah. Penyiraman di lokasi tersebut dilakukan hingga tiga kali dalam sehari.

"Siap, laksanakan. Kami akan lakukan penyiraman mulai hari ini," ucap Nana.

Diketahui, proyek Polder Tanjung Laut dikerjakan PT Bumi Lasinrang dengan nilai kontrak Rp38,5 miliar.

Hingga Senin (10/8/2026), progres pembangunan polder tersebut baru mencapai 5 persen.






TINGGALKAN KOMENTAR