•   08 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Bandara Badak LNG Akan Kembali Difungsikan, Kemenkeu Gelontorkan Rp32 Miliar untuk Perpanjang Runway

Bontang - M Rifki
08 April 2026
 
Bandara Badak LNG Akan Kembali Difungsikan, Kemenkeu Gelontorkan Rp32 Miliar untuk Perpanjang Runway Bandara Badak LNG.

BONTANG – Bandara pesawat Badak LNG direncanakan akan direnovasi total agar kembali beroperasi. Kabar tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat Musrenbang RKPD 2027, Selasa (7/4/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp32 miliar.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk renovasi bandara, termasuk perpanjangan landasan pacu (runway), sehingga dapat mengakomodasi penerbangan domestik.

"Informasinya akan difungsikan kembali. Ini angin segar, karena kalau investor mau datang pasti yang pertama ditanyakan adalah apakah ada bandara. Tolong ini dikejar agar bisa direalisasikan," ujar Neni.

Diketahui, Bandara Badak LNG telah berhenti beroperasi sejak 7 Juli 2025. Penghentian layanan tersebut disebabkan berakhirnya kontrak maskapai Pelita Air untuk layanan penerbangan di bandara tersebut.

Neni juga mengungkapkan bahwa izin operasional bandara saat ini hanya berlaku hingga 2027. Oleh karena itu, seluruh proses perizinan perlu segera diselesaikan agar operasional bisa kembali berjalan.

"Kasihan juga tamu VIP kalau datang ke Bontang tidak punya landasan pacu," tuturnya.

Sebelumnya, Bandara Badak LNG resmi berhenti melayani penerbangan rute Bontang–Balikpapan sejak Senin (7/7/2025). Hal ini dibenarkan oleh Officer Media Relation and Doc Control LNG Badak, Andri Saputri.

Ia menjelaskan, penghentian layanan terjadi karena kontrak maskapai Pelita Air telah berakhir.

"Berhenti sejak kemarin. Penerbangan terakhir pada Minggu," kata Andri.

Bandara Badak LNG sebelumnya melayani penerbangan khusus rute Bontang–Balikpapan dengan waktu tempuh yang relatif singkat. Hal ini menjadi alternatif transportasi yang lebih cepat dibandingkan jalur darat yang bisa memakan waktu lebih dari empat jam. Selain itu, penerbangan pada rute tersebut juga dijadwalkan beberapa kali dalam sepekan.






TINGGALKAN KOMENTAR