•   05 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Antipasi Wabah COVID-19, Pemkot Bontang Berupaya Penuhi Alat Pelindung Diri Bagi Petugas Medis

Bontang -
19 Maret 2020
 
Antipasi Wabah COVID-19, Pemkot Bontang Berupaya Penuhi Alat Pelindung Diri Bagi Petugas Medis Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Kanan) menuturkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan pemenuhan APD untuk petugas medis yang terkait dengan pasien virus corona.

KLIKBONTANG.com -- Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menuturkan bahwa pihaknya tengah berupaya memenuhi Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis yang menangani Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Hal ini diutarkan Wali Kota Neni kala pihaknya menggelar pers conference perdana terkait penanganan COVID-19 di Gedung Public Health Center (PHC) 119, Kamis (19/3/2020) sore.

Kendati tengah mengupayakan pemenuhan APD, Wali Kota Neni tak menampik sukarnya memenuhi kebutuhan itu. Pasalnya, sejak COVID-19 merebak, APD di pasaran langkah, dan kalaupun dapat, stoknya terbatas.

Kebutuhan APD bagi petugas medis penanganan COVID-19 cukup beragam. Diantaranya masker, sarung tangan, boots, pelindung mata, cairan sterilisasi dan jubah khusus (Overall). Hampir kesemuanya mampu dipenuhi Pemkot Bontang, namun yang paling sukar ialah menemukan overall sesuai stardardisasi yang ditetapkan.

Sebabnya, untuk mengakali kelangkaan ini, Pemkot Bontang terpaksa memborong jas hujan bening yang ada di pasaran. Selama mampu menutupi seluruh tubuh petugas medis, mulai kepala hingga kaki. Langkah ini diambil  sembari pemerintah mengupayakan overall yang sesuai standar.

''Terpaksa kita borong jas hujan yang bisa tutup seluruh badan. Daripada tidak ada,'' ungkap Wali Kota Neni dihadapan awak media.

Selain tengah mengupayakan APD, Pemkot juga telah memesan 100 unit Alat Rapid Test Corona dari Jakarta. Alat tersebut bakal dikirim ke Bontang dalam waktu dekat ini.

''Sudah kita pesan dari Jakarta. Sebenar lagi dikirim,'' bebernya.

APD bagi petugas yang bersinggungan langsung dengan pasien terkait COVID-19 amat essesnsial. Pasalnya, dengan interkasi langsung dan jarak dekat dilakukan, petugas medis amat rentan tertular virus corona dalam penugasannya. Bukan saja tertular ke diri sendiri, pun menularkan virus itu kembali pada orang sekitar. Semisal rekan kerja, dan keluarga.

Reporter : Fitri Wahyuningsih




TINGGALKAN KOMENTAR