Anggaran Seret, Wali Kota Neni Minta Kemenkes Bantu Alat Kesehatan RSUD Taman Husada
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni (Klik Kaltim).
BONTANG – Keterbatasan anggaran membuat Pemerintah Kota Bontang belum mampu memenuhi kebutuhan alat kesehatan berteknologi tinggi di RSUD Taman Husada.
Karena kondisi keuangan byang megap-megap membuat Wali Kota Bontang Neni Moernaeni harus mengajukan proposal ke Kementerian Kesehatan agar pemerintah pusat turun tangan membantu pengadaan peralatan medis untuk layanan prioritas.
Proposal tersebut mencakup pemenuhan sarana, prasarana, dan alat kesehatan (SPA) bagi pelayanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA).
Menurut Neni, keberadaan alat kesehatan itu sangat mendesak. Sebab hingga kini masih banyak pasien Bontang yang harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah karena keterbatasan fasilitas. Akibatnya, warga harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan pelayanan medis.
"Kalau alat ini kami dibantu, kami dari Pemkot Bontang siap menganggarkan biaya perawatannya. APBD kita sedang seret, jadi perlu bantuan alat kesehatan dari pemerintah pusat," kata Neni.
Ia menilai, jika fasilitas tersebut dapat dipenuhi kapasitas layanan RSUD Taman Husada akan meningkat signifikan. Bahkan rumah sakit milik pemerintah daerah itu berpeluang menjadi pusat pendidikan bagi dokter spesialis maupun subspesialis.
Di sisi lain, Pemkot Bontang telah menuntaskan pemutakhiran data sarana, prasarana, dan alat kesehatan melalui sistem milik Kementerian Kesehatan dengan capaian 100 persen. Dinas Kesehatan Bontang juga telah menyelesaikan proses validasi dengan hasil 100 persen sebagai syarat pengajuan bantuan.
Neni mengatakan pelayanan KJSU-KIA di RSUD Taman Husada masih belum maksimal karena sejumlah alat kesehatan yang dibutuhkan bernilai miliaran rupiah. Di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas, pengadaan seluruh peralatan tersebut belum bisa ditanggung APBD.
"Alat itu perlu diadakan agar warga tidak lagi harus berobat ke luar daerah. Harapan kami pelayanan kesehatan bisa semakin lengkap di Bontang," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: