Abisar Korban Terkaman Buaya di Loktuan Masih Kritis, Berobat Mandiri karena Tak Punya BPJS
Ilustrasi. (Ist)
BONTANG - Abisar (11) korban terkaman buaya di Kelurahan Loktuan masih kritis dan mendapatkan perawatan intensif. Selain menanggung duka, keluarga kini berjuang untuk mendapatkan biaya berobat karena korban tak memiliki BPJS Kesehatan.
Kabar ini disampaikan Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan Aipda Bambang Sumantri. Kata dia data kependudukan yang tidak jelas membuat Abisar harus dirawat dengan biaya mandiri.
Alasannya karena data anak ini tidak tercatut dalam KK atau domisili Bontang. Sebab Abisar tidak memiliki orang tua dan hanya menumpang di rumah tantenya.
"Tidak ditanggung itu mas. Makanya kemarin open donasi. Jadi sampai sekarang dia berobat mandiri. BPJS tidak ada," ucap Bambang, Senin (2/3/2026).
Kabar ini pun sudah sampai di pihak Kelurahan. Lurah Loktuan Supriadi mengaku tengah melakukan upaya agar korban dapat tercover BPJS, caranya dengan mencatatkan sebagai penduduk Bontang.
"Sudah kami lakukan sinkronisasi. Data kependudukan korban masuk dalam sistem penambahan anggota keluarga di KK tantenya, agar sang anak bisa dijamin BPJS," ucap Supriadi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi sang anak saat ini dirawat di ICU RS PKT. Korban mengalami Luka berat di leher karena pembulu darah yang putus. Kemudian paru-paru kemasukan air asin.
"Kondisinya kritis sampai sekarang," ucapnya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: