20 Jembatan Rusak, PUPRK Bontang Hanya Punya Anggaran Perbaikan Rp 200 Juta di 2026
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Bontang, Anwar Nurddin.
BONTANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk rehabilitasi jembatan pada tahun 2026.
Anggaran tersebut dinilai sangat terbatas jika dibandingkan dengan jumlah jembatan yang harus ditangani.
Total terdapat 54 titik jembatan yang tersebar di Kota Bontang. Dari jumlah itu, sekitar 20 jembatan dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Bontang, Anwar Nurddin, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan identifikasi untuk menentukan skala prioritas perbaikan.
“Bayangkan, hanya Rp200 juta anggaran pemeliharaan untuk menangani 54 jembatan. Yang rusak masih sekitar 20-an lebih,” ujar Anwar.
Dengan anggaran yang minim, perbaikan yang dilakukan pun tidak menyentuh seluruh struktur bangunan. PUPR hanya mampu melakukan pemeliharaan ringan, seperti mengganti papan jembatan kayu yang sudah lapuk atau rapuh.
Anwar menyebut, jika kerusakan sudah menyentuh struktur utama seperti pondasi atau terjadi longsor pada rongga jembatan, anggaran yang tersedia dipastikan tidak mencukupi untuk perbaikan menyeluruh.
“Kalau dana ini dipakai untuk perbaikan besar juga tidak cukup. Kami upayakan bisa dianggarkan kembali tahun depan,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu jembatan kayu yang kondisinya memprihatinkan berada di jalan penghubung RT 33 dan RT 26, Kelurahan Api-Api. Beberapa bagian jembatan terlihat mengalami kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: