•   30 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

2 Tahun Perusahaan Daerah Absen Setor Deviden

Bontang - M Rifki
15 September 2021
 
2 Tahun Perusahaan Daerah Absen Setor Deviden Unit bisnis perparkiran milik Perusda AUJ di Ramayana Bontang/M Rifki - Klik Bontang.

KLIKBONTANG- Dua perusahaan daerah milik Bontang tahun ini diproyeksikan kembali absen menyetor deviden ke kas daerah. 

Dari data Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang, tercatat sejak tahun lalu dua perusahaan daerah yakni Perusda Aneka Usaha dan Jasa serta PT Bontang Migas Energi tak membagi keuntungan bisnis ke daerah. 

Kondisi itu diprediksi akan berlanjut hingga tahun ini. "Kalau tahun ini kami proyeksikan hanya dari Bank Kaltim-Kaltara saja," ujar Kepala Bapenda Sigit Alfian kepada Klik Bontang. 

Sigit merinci data penerimaan pendapatan dari hasil investasi daerah. Pada 2019, pos anggaran kekayaan daerah yang dipisahkan menerima pendapatan sebesar Rp 4,5 miliar. 

Pos anggaran ini bersumber dari deviden atas investasi Pemkot Bontang di Bank Kaltim-Kaltara, PT BME dan Perusda AUJ. 

Di tahun berikutnya, pendapatan dari pos itu menyusut menjadi Rp 2,5 miliar saja. Dua perusahaan daerah, PT BME dan Perusda AUJ tak lagi menyetor keuntungan. 

Di tahun ini, pendapatan di pos kekayaan daerah yang dipisahkan diprediksi meningkat menjadi Rp 3,5 miliar. Tetapi, masih disumbangkan oleh Bank Kaltim-Kaltara saja. 

Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati membenarkan dua perusahaan daerah akan absen kembali beri deviden. 

Aji beralasan PT BME absen menyetor ke kas daerah karena bisnis pengelolaan jaringan gas rumah tangga, masih didominasi tarif subsidi. 

Dengan kata lain, perlu penyesuaian tarif agar BME bisa memperoleh keuntungan dari bisnis jargas. 

"Jadi jika masih bersifat subsidi masih belum bisa memberikan deviden," kata Aji saat dikonfirmasi Klik Bontang, Kamis (16/9/2021). 

Klik Bontang mencoba konfirmasi ke Manajer Keuangan Perusda AUJ, Hasta. Namun, ia enggan berkomentar perihal ini. Ia menyarankan media menghubungi Direktur Perusda AUJ. 

"Nanti coba saya koordinasikan ke pimpinan, baru saya kasih kontak Pak Imran (Direktur Perusda AUJ," ujar Hasta saat dikonfirmasi. Namun hingga berita ini diturunkan kontak pimpinan perusahaan urung diberikan. 

Begitu pula dengan Direktur PT BME, Siti Hamnah saat dihubungi Klik Bontang. Ia mengaku sedang berada di luar kota. "Besok saja mas, saya masih di Samarinda," pungkasnya saat dihubungi melalui ponselnya. 






TINGGALKAN KOMENTAR